pengabdi peRindu pecinta

My photo
suRabaya, jawatimuR, Indonesia
assaLamu'aLaikum bLogwaLkeR . nggak ada yang tau beRapa Lama akuu singgahi bumi ALLAH . manusia yang punya ingatan teRbatas , dan mungkin saya takut kehiLangan ingatan daLam kenangan , memiLih beRbagi sekLumit ingatan itu meLaLui coRetan . kaRena setiap oRang (teRmasuk saya) setiap haRinya akan meLupakan sesuatu . punya banyak kekuRangan , beRusaha bwt ndak naRuh hati ke siapapun , masih jadi objek dakwah , dan akan seLaLu mempeRbaiki kuaLitas ketaQwaan . akuu suka menemukan inspiRasi daRi jaLan jaLan yang akuu LaLui dan oRang oRang sekitaR teRdekat kuu . tidak peduLi sepeRti apa kehidupan sebeLumnya , kita hidup untuk seLanjutnya , disini haRus ada peRubahan menuju NYA . aLLahumma ya muQaLLibaL QuLLub tsabbit QaLbi 'aLa diinik , yaa ALLAH yang maha memboLak baLikkan hati , teguhkan Lah akuu daLam agama Muu . yup , iniLah dunia bocah awam . yang baik daRi NYA , yang buRUk khiLaF kuu . suwun uda mampiR , saLam kenaL n keep contact yaa . (^____^") KETAWAKETAWAKETAWA . *dulu url nya adekkecenk.blogspot.com*

Wednesday, September 28, 2011

:: 25 septembeR ::

bismiLLahiRahmaniRahim ,

biasanya akuu Lupa tanggaL n haRi kaLo ndak ada kegiatan gini .
tapi kenapa 25 septembeR kayak uda mancep aja di otak .
ndak sengaja Liat kalendeR .
25 25 25 angka itu .
akuu coba pejemin mata .
naRik naFas , ngeRasain oksigen mengaLiR ke seluRuh pembuLuh daRah kuu , LaLu kuu hembuskan peRLahan .
akuu ingin tau bagaimana peRasaan kuu tentang nya .
menguji diRi sendiRi dengan mengingatnya .
semua .
semua tentang kuu dengan nya .
dan . . .
apa ini .
naFas kuu tambah cepet  .
detak kuu beRkejaRan .
sepeRti mau meLedak .
akuu ta cukup kuat untuk meLanjtukannya .
teRhenti dan membuka mata .
ada basahan di pipi .
apaa aRtinya ini ALLAH .
kenapa .
kejadiannya uda setahun kemaRin , tapi Rasa nya . . .
apakah ini beRaRti akuu beLum moving on .
LaLu waktu yang seLama ini uda teRLaLui itu akuu ngapain aja yaa . =.=” ~ wew .
ALLAH , what shouLd i do ?
via hape akuu buka akun FB LaLu unFRiend , akuu buka akun twitteR LaLu unFoLLow .
akuu kiRa Rasa ini akan hiLang dengan sendiRi nya .
tapi teRnyata nihiL ei .
Rasa kuu masi aja sama .
akuu tidak bisa sepeRti itu .
jadi kuu putuskan ,
saat akuu ngebuka FB , ndak ada Recent activity muu di news Feed kuu , ndak ada nick name muu di chat kuu .
saat akuu ngebuka twitteR , ndak ada mention muu di timeLine kuu .
saat akuu Liat phonebook , ndak ada nama muu di hape kuu .
akuu sedang tidak baik saat ini .
Lebih baik diam dan menghiLang peRLahan . 

meLepaskan atau meReLakan , bukan beRaRti menyeRah atau menjadi pengecut , tapi Lebih menyadaRi n meneRima bahwa ada haL haL yang tak bisa dipaksakan . 
akuu haRus memaksa diRi kuu untuk ini .

maav .

adekmoRphosis tiga :: shoLat ::

bismiLLahiRahmaniRahim ,

tidakLah semua peRbuatan baik itu dihitung sebagai kebaikan sampai dia meLaksanakan shoLat 5 waktu . dah shoLat kah ?

bebeRapa kutipan daRi buku peLatihan shaLat khusyu’ shaLat sebagai meditasi teRtinggi daLam isLam kaRya abu sangkan :

di daLam kehidupan , kita seRing menghadapi peRsoaLan yang suLit untuk dipecahkan atau tiba tiba kita mendapatkan Rasa geLisah dan cemas . LaLu apa yang kita Rasakan ketika haL itu teRjadi kepada hati kita ? secaRa naLuRiah muncuL keinginan kita keLuaR daRi geLoRa yang mengguncang daLam dada . kita akan meRasa Lega kaLau kita peRgi ke tempat yang jauh , ke gunung yang tinggi , ke Laut yang Luas , ke Rumah teman , atau menghaLau peRsaan itu dengan peRgi beRkaRaoke . namun , semua itu siFatnya hanya sementaRa , (hedonis) tenang sebentaR seteLah itu muncuL Lagi .

ada banyak caRa yang diLakukan oRg untuk bisa meninggaLkan peRsoaLan yang teRjadi daLam hatinya . doRongan ini adaLah FitRah manusia . namun doRongan ini diseLewengkan oLeh pengeRtian yang keLiRu sehingga Ruh dianggap senang kaLau dibawa ke tempat tempat hibuRan di muka bumi ini . padahaL , ia bukan beRasaL daRi negeRi mateRi atau aLam aLam Rendah (bumi) . ia adaLah Ruh suci yang dihembuskan oLeh tuhan yang beRasaL dari sisi Nya yang Luas . maka apabiLa ia diaRahkan kepada zat sang pencipta , ia akan LaRi meLuncuR secepat kiLat . ia akan meRasa senang dan bahagia secaRa hakiki , kaRena ituLah inti daRi peRjaLanan spiRituaL manusia .

RasuLuLLah saw sendiRi beRsabda daLam sebuah hadits nya , bahwa sHaLat itu adaLah mi’Raj Nya oRang oRang mukmin , yaiutu naiknya jiwa (mi’Raj) meninggaLkan ikatan naFsu yang teRdapat daLam Fisik manusia menuju kehadiRat ALLAH yang maha tinggi . mungkin bagi kita yang awam agak canggung dengan istiLah mi’Raj , yang kita kenaL sebagai sebuah peRistiwa LuaR biasa hebat yang peRnah diaLami RasuLuLLah saw dan menghasiLkan peRintah shaLat .

mengapa RasuLuLLah mengatakan bahwa shaLat meRupakan mi’Raj nya oRang oRang mukmin ? adakah kaitannya dengan mi’raj nya RasuLuLLah saw itu , kaRena peRintah shaLat adaLah hasiL peRjaLanan beLiau ketika beRjumpa dengan ALLAH di shidRatuL muntaha ? mungkinkah kita bisa meLakukan sepeRti yang diLakukan RasuLuLLah saw meLaLui shaLat ? apakah kita bisa beRjumpa dengan ALLAH ketika shaLat ? begitu mudahkah beRjumpa dengan ALLAH ? jika jawabannya tidak , mengapa kita dipeRintahkan untuk shaLat ? adakah Rahasia dibaLIk shaLat ?

misteRi ini hampiR ta teRpecahkan , kaRena kebanyakan oRang menanggapi hadits teRsebut dengan sikap apRioRi dan beRkeyakinan bahwa manusia tidak mungkin beRjumpa dengan ALLAH di dunia . meREka meyakini , bahwa peRjumpaan dengan ALLAH hanya akan teRjadi di akhiRat nanti . akibatnya , meReka ta mau ambiL pusing mengenai hakikat shaLat , atau bahkan meReka menganggap shaLat hanya sebagai sebuah kewajiban yang haRus diLakukan tanpa haRus memikiRkan Fungsi dan tujuannya .

ketika muncuL peRtanyaan mengenai caRa mencapai khusyu’ daLam shaLat , muncuL puLa beRaneka Ragam jawaban . ada yang menganjuRkan untuk mengeRti aRti setiap kaLimat yang diucapkan daLam shaLat , ada juga yang menganjuRkan memandang ke aRah tempat sujud sebagai upaya memFokuskan pikiRan agaR tidak LiaR kesana kemaRi , dan beRaneka jawaban Lainnya . namun pada pokok nya , semua caRa teRsebut haRus menyentuh hakikat shaLat , yaitu rasa beRkomunikasi dan meneRima Respons daRi yang disembah .

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

adapuLa sekLumit ceRamah yang akuu catet pada waktu simuLasi MTQN di kampus .

mengenai "shoLat LancaR maksiat jaLan teRus" . biasanya oRang memaknainya "peRcuma kamu shoLat tapi tetep beRmaksiat Ria" . weits , teRnyata ndak sedangkaL itu Lhoo . gini nih "dengan menyempuRnakan shoLat muu Lah , keinginan hati untuk beRbuat maksiat akan dicabut dengan sendiRinya oLeh ALLAH & diRi akan dijauhkan daRi musibah di dunia & akhiRat" . keRen yoo =’)


ada juga yang gini :
muLut komatkamit bacaan shoLat tapi pikiRan meneRawang kemana mana . nah , ada tips biaR shoLat bisa khusyuk . ketika takbiR , sudah dibisikkan ke teLinga & hati kaLo seteLah shoLat nanti , nyawa ini akan dicabut ALLAH SWT . huaa pastiLah ndak pengen buRu buRu keLaR shoLat dah , bisa Lebih menikmati Lezatnya Rukuk & sujud =’)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


gimana kauand, ini hanya sebagian kueciL daRi bahasan mengenai shoLat,  mungkin ada tambahan aRtikeL atau ReFeRensi, siLahkan di shaRe yaa, jazakumuLLah khoiRon katsiRon ikhwah :)

Wednesday, September 14, 2011

adekmoRphosis dua :: auRat ::

bismiLLahiRahmaniRahim ,
* * * * * * * * * * * * * * * * 

pas otw , ada inbox .
“gimana nis , dah jeLas kan kata pak aRiF tadi tentang jiLbab buat seoRang cewek ?”
akuu masukin Lagi hape kuu .
nyampek Rumah baRu deh akuu baca Lagi .
hmm , kata kata apaan sih , bingung akuu , hihi .
akuu tanya tapi ndak dijeLasin .
saat peRkuLiahan maLem , pak aRiF peRnah membahas tentang jiLbab , tapi sayang posisi kuu Lagi duduk di beLakang n usReg sendiRi (guyon n poto2) , jadi ndak peRhatian ke uneg uneg yang disampaikan beLiau =’( . besok nya akuu tanyak wence , yaa kuRang Lebih yang akuu tangkep kayak gini maksud nya :
“wanita beRjiLbab , beLum tentu tingkah Laku n tutuR nya baik . begitu juga sebaLiknya , ndak smua wanita beRjiLbab itu tingkah Laku n tutuR nya buRuk atau seLaLu negatiF . jadi , yang beneR tuh beRiRingan . menutup auRat sambiL mbeneRin tingkah Laku n tutuR kata biaR Lebih baik daRi sebeLumnya . Lha kaLo nunggu tingkah Laku n tutuR jadi baik duLu (mbeneRin hatinya) , kapan mau nutup auRat nya , Lha ndak beneR beneR e . munduR munduR teRus dong . ia kaLo besok besok masi bisa , gtu” .

* * * * * * * * * * * * * * * *

suatu maLam akuu Lagi ke saLah satu maLL sama emes n mbak . Lagi nunggu meReka miLih2 aLas kaki . teRus hape kuu bunyi , ada sms .
b : daRi status seoRang teman : sebuRuk buRuk musLimah yang mengenakan jiLbab jauh Lebih baik daRipada musLimah yang tidak mengenakan jiLbab . kaRna seLama ia tidak beRjiLbab maka sesungguhnya dia mengingkaRi peRintah ALLAH .
a : yee aku Lhoo Lagi beRkeRudung :P , kan Lagi keLuaR ma keLuaRga kuu , hehe .
b : dan jangan cuma sekaRang aja , tapi beRjiLbab Lah untuk seLamanya . kaRna ketika kamu hanya beRjiLbab pada waktu waktu teRtentu maka sesungguhnya engkau beRjiLbab tidak untuk ALLAH & seakan akan menipu ALLAH & RasuL Nya .
a : (mak jLepp) . Ya ALLAH , aku ndak ada maksud gtu e , huhuhu . akuu masi pkL , kantoR kuu chinese smua . akuu beLum tanya dsitu boLeh pake keRudung atau ndak . jadi sementaRa ini kaLo kLuaR kLuaR , pake . tapi untuk kuLia n pkL , beLum . cz sLama pkL ini akuu masi ambiL 2 matakuLia . jadi kLo pkL daRi kantoR gak pake , tRus kuLia ke kampus pake atau daRi kampus pake , tRus ke kantoR diLepas , gonta gantinya Lhoo .
b : baca teRjemah QS. aL baQaRah 9 .
nah sms yang peRtama tadi akuu FoRwaRd.in ke temen kuu . Respon mReka :
“ berudu kok gtu seh sms nya . bukankah smuanya dmuLai daRi hati ? kaLo beRjiLbab hanya kaRna teRpaksa kaRna suatu hadist atau ayat apa gak maLah dosa ? yang teRpenting kan ikhLas “
ada juga yang gini ,
“ tapi bukan beRaRti musLimah yang uda beRjiLbab itu musLimah yang paLing baik . cz LuaR daLemnya kita mesti baLance “
nah kaLo Respon kaLian gimana kauand ? =’)
akuu nemu note FB , coba intip deh .
* * * * * * * * * * * * * * * * 


“Lho sa’ , saiki kun keRudungan tah?”
“mbayaR piRo dek ben mLebu suRgo?”
“biasane aRek keRudungan iku tambah pinteR Lho”
“hee dek , keRudung muu itu mau mbok pake teRus apa ndak?“
“ihiii , saiki mbak ica isLami e”
“kaLo mnuRut saya , keRudung itu ndak haRus yah , teman2 saya banyak kok yg musLim , tapi meReka ndak pakek keRudung tuh”
“gak sumuk dek?”
“ciaasss , adek saiki omonganne abod”
“kaLo mau keRudungan , yawes yg biasa2 aja , gak usah munaFik”
“cieee , penampiLan baRu nih yee”
“ehh tapi oRang2 yang pake jiLbab2 besaR gtu itu , ndak susah tah nyaRi jodohnya , siapa yang mau coba”
“adek iki koRban cuci otak’e **** , kepaLa e *** , waa waa”
“sakjane yoo ndak usah pakek duLu , ntaR nek wes dapet keRja , baru deh , yang penting tuh hatinya duLu”
“ati2 Lhoo kaLo pengajian2 , kamu itu ngaLoR ngiduL , ojok anggeR meLok ae”
“ uda dek , kamu ndak usah ikut2 yang gumbuLan pengajian yang pake nama ini itu atau apaLah , wes yang biasa2 aja gtu Lhoo , aduu medeni , kasian oRtu muu”
“soaLnya beRubah muu ceped , aku ngiRanya kamu kayak gini tuh kaRna ada yang kamu suka , tRus kamu dsuRuh gini sama dy”
 “hee , cenk , subhanaLLah , wes tobat tah?”
“heii , nice!”
“wii sa , aku saLut peg , isok Langsung gini e kamu”

yupp , itu sebagian statement n gojLokan yg masi aku inget =’) . sempet bikin akuu beRnapas daLam . tapi ini adaLah sesuatu yang wajaR kok . kaLo akuu meLakukan aksi “meRubah sesuatu daRi diRi kuu” maka sudah pasti kaLo akuu juga bakaL ndapetin yang namanya Reaksi  “daRi oRang2 disekitaR yang peRhatian dengan peRubahan kuu tentunya” .
akuu uda mikiRin kok , kemungkinan2 yang bakaL akuu hadepin . yaa misaLnya aja dengan mencaRi daLiL2 yang bisa menambah keimanan n menguatkan hati biaR ndak mindeR n sombong .

* * * * * * * * * * * * * * * *

ini akuu dapet daRi kauand . monggo dibaca =’) Renungan khususnya untuk para kaum hawa .

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.
Beliau menjawab,
"Pada malam aku diisra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya."

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.
"Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
"Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.
"Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
"Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
"Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi s.a.w.
 
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?
Rasulullah S.A.W menjawab,
"Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
 
"Perempuan yang digantung payudaranya adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.
"Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
"Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
"Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
"Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa solat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.
"Perempuan yang kepalanya seperti **** dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.
Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
 
Mendegar hal itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Semoga bisa mjd bahan renungan dan muhasabah buat diri kita..
Wahai saudari Q muslimah, apakah kalian masih ingin memamerkan aurat kalian ???
 
* * * * * * * * * * * * * * * *

JILBAB

(mateRi tentang jiLbab ini akuu ngopi daRi kauand)

Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai kaum Muslimah, baik remaja maupun dewasa mengenakan pakaian Muslimah dengan berbagai warna, corak dan model. Jika kita cermati, tidak semua kaum Muslim memiliki pandangan yang jelas tentang pakaian Muslimah. Faktanya, banyak wanita yang mengenakan kerudung hanya menutupi rambut saja, sedangkan leher dan sebagian lengan masih tampak. Ada juga yang berkerudung tetapi tetap memakai busana yang ketat, misalnya, sehingga lekuk tubuhnya tampak. Yang lebih menyedihkan adalah ada sebagian kalangan yang masih ragu terhadap pensyariatan Islam tentang pakaian Muslimah ini.
Di samping itu, masih banyak juga di yang memahami secara rancu kerudung dan jilbab. Tidak sedikit yang menganggap bahwa jilbab adalah kerudung dan sebaliknya. Padahal, jilbab dan kerudung adalah dua perkara yang berbeda. 

Menutup Aurat .
Menutup aurat dan pakaian Muslimah ketika keluar rumah merupakan dua pembahasan yang terpisah, karena Allah Swt. dan Rasul-Nya memang telah memisahkannya.  Menutup aurat merupakan kewajiban bagi seluruh kaum Muslim, laki-laki dan perempuan.  Untuk kaum Muslimah,  Allah Swt. telah mengatur ihwal menutup aurat ini al-Quran surat an-Nur ayat 31:
Katakanlah kepada wanita yang beriman,  “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).
 Frasa mâ zhahara minhâ (yang biasa tampak padanya) mengandung pengertian wajah dan kedua telapak tangan.  Hal ini dapat dipahami dari beberapa hadis Rasulullah saw., di antaranya: Pertama, hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyatakan (yang artinya):
Suatu ketika datanglah anak perempuan dari saudaraku seibu dari ayah ‘Abdullah bin Thufail dengan berhias. Ia mengunjungiku, tetapi tiba-tiba Rasulullah saw. masuk seraya membuang mukanya.  Aku pun berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, ia adalah anak perempuan saudaraku dan masih perawan tanggung.” Beliau kemudian bersabda, “Apabila seorang wanita telah balig, ia tidak boleh menampakkan anggota badannya kecuali wajahnya dan ini.” Ia berkata demikian sambil menggenggam pergelangan tangannya sendiri dan dibiarkannya genggaman telapak tangan yang satu dengan genggaman terhadap telapak tangan yang lainnya). (HR Ath-Thabari).
Kedua, juga hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).
Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa yang biasa tampak adalah muka dan kedua telapak tangan, sebagaimana dijelaskan pula oleh para ulama, bahwa yang dimaksud adalah wajah dan telapak tangan (Lihat: Tafsîr ash-Shabuni, Tafsîr Ibn Katsîr). Ath-Thabari menyatakan, “Pendapat yang paling kuat dalam masalah itu adalah pendapat yang menyatakan bahwa sesuatu yang biasa tampak adalah muka dan telapak tangan.” (Tafsîr ath-Thabari).
 Jelaslah bahwa seorang Muslimah wajib untuk menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.  Artinya, selain wajah dan telapak tangan tidak boleh terlihat oleh laki-laki yang bukan mahram-nya. 

Pakaian Wanita dalam Kehidupan Umum .
Selain aturan tentang menutup aurat, Allah Swt. pun memberikan aturan yang sama rincinya tentang pakaian wanita dalam kehidupan umum, yaitu jilbâb (jilbab, abaya) dan khimâr (kerudung).
Dalam kesehariannya, wanita tidak menutup kemungkinan untuk keluar rumah untuk memenuhi hajatnya; ke pasar, ke mesjid, ke rumah keluarga dan kerabatnya, dan lain-lain.  Kondisi ini memungkinkan terjadinya interaksi atau pertemuan dengan laki-laki. Islam menetapkan, ketika seorang wanita ke luar rumah, ia harus mengenakan khim­âr (kerudung) dan jilbab.
Allah Swt. berfirman:
Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimâr) ke dada-dada mereka. (QS an-Nur [24]: 31).
Dari ayat ini tampaka jelas, bahwa wanita Muslimah wajib untuk menghamparkan kerudung hingga menutupi kepala, leher, dan juyûb (bukaan baju) mereka.
Sementara itu, mengenai jilbab, Allah Swt. berfirman dalam ayat yang lain:
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. (QS al-Ahzab [33]: 59).
Kata jalâbîb yang terdapat dalam ayat tersebut adalah jamak dari jilbâb.  Secara bahasa, jilbab adalah sejenis mantel atau baju yang serupa dengan mantel (Lihat: Kamus al-Muhith). Menurut beberapa pendapat ulama tafsir, pengertiannya adalah sebagai berikut:
1.    Kain penutup atau baju luar/mantel yang menutupi seluruh tubuh wanita. (Tafsîr Ibn ‘Abbas, hlm, 137).
2.    Baju  panjang (mulâ’ah) yang meliputi seluruh tubuh wanita. (Imam an-Nawawi, dalam Tafsîr Jalalyn, hlm. 307).
3.    Baju luas yang menutupi seluruh kecantikan dan perhiasan wanita. (Ali ash-Shabuni, Shafwah at-Tafâsîr, jld. 2, hlm. 494)
4.    Pakaian seperti terowongan (baju panjang yang lurus sampai ke bawah) selain kerudung. (Tafsîr Ibn Katsîr).
5.    Intinya, Allah memerintahkan kepada Nabi agar menyeru istri-istrinya, anak-anak wanitanya, dan wanita-wanita Mukmin secara umum—jika mereka keluar rumah untuk memenuhi  hajatnya—untuk menutupi seluruh badannya, kepalanya, dan juga juyûb mereka, yaitu untuk menutupi dada-dada mereka.
6.    Pakaian yang lebih besar dari khimâr (kerudung). Ibn ‘Abbas dan Ibn Mas‘ud meriwayatkan, bahwa jilbab adalah ar-rada’u, yaitu terowongan (pakaian yang lurus tanpa potongan yang menutupi seluruh badan). (Tafsîr al-Qurthubi).

Lalu bagaimana keadaan wanita-wanita pada masa Rasulullah saw. ketika mereka keluar rumah? Hal ini akan tampak dari sebuah hadis berikut:
Kami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan.  Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah (syiar) kaum Muslim.  Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda:  Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” (HR Muslim).
Hadis di atas mengandung pengertian, bahwa ada salah seorang shahabiyah yang tidak memiliki pakaian (jilbab) untuk digunakan ke luar rumah; ia hanya memiliki pakaian rumah. Rasulullah saw. sendiri telah memerintahkan kepada semua wanita, bahkan wanita yang haid dan yang berada dalam pingitan sekalipun, untuk keluar shalat Id dan menyaksikan syiar/dakwah Islam.  Lalu kemudian wanita tersebut mengadukan kondisi dirinya. Rasulullah saw. kemudian memerintahkan kepada wanita-wanita yang lain untuk meminjamkan pakaian luarnya kepada wanita tersebut agar wanita tersebut bisa keluar rumah untuk memenuhi seruan beliau.
Ayat al-Quran berikut lebih menguatkan hadits di atas:
Perempuan-perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada keinginan untuk menikah lagi, tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka (pakaian luar) dengan tidak  menampakkan perhiasan. (QS an-Nur [24]: 60).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa wanita-wanita yang sudah mengalami menopouse boleh untuk menanggalkan jilbab (pakaian luar)-nya. Akan tetapi, mereka tetap wajib untuk menutup auratnya.
Dari beberapa nash dan keterangan yang disebutkan di atas, jelaslah bahwa jilbab adalah pakaian luar (menyerupai mantel) yang luas dan tidak terputus (seperti terowongan) yang menutupi pakaian rumah/pakaian sehari-harinya (al-mihnah) dan seluruh bagian tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Dengan demikian, jilbab dan kerudung merupakan dua hal yang berbeda. Keduanya merupakan perkara yang diwajibkan oleh Allah Swt. untuk dikenakan seorang Muslimah ketika hendak keluar rumah.  Mudah-mudahan Allah Swt. memudahkan kita untuk melaksanakan setiap kewajiban yang telah Allah tetapkan serta mengokohkan iman kita dengan menjadikan kita senantiasa tunduk dan terikat dengan hukum-hukum-Nya

Sumber Rujukan:
1.    Taqiyyuddin an-Nabhani, an-Nizhâm al-Ijtimâ‘î fî al-Islâm, Darul Ummah.
2.    Tafsîr Ibn ‘Abbas.
3.    Tafsîr Ibn Katsîr.
4.    Tafsîr Jalâlayn.
5.    ‘Ali ash-Shabuni, Ash-Shafwat at-Tafâsîr,
6.    Sayyid Quthb, Fî Zhilâl al-Qur’ân.

* * * * * * * * * * * * * * * * 

ResuLt nya . akuu uda ninggaLin pacaRan n menutup auRat . tapi akuu juga masi beLum sesuai syaR’i menutup auRat nya . teRkadang masi seRing memakai ceLana , hehe . doakan akuu dimudahkan n dikasi kekuatan yak , biaR bisa tetep istiqomah di jaLan Nya , menjadi musLimah yang semakin haRi semakin baik dan benaR ^^” . gimana dengan kaLian kauand ? monggo di shaRing kan .

Wednesday, September 7, 2011

adekmoRphosis satu :: pacaRan ::

bismiLLahiRahmaniRahim ,

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

beRawaL daRi dialog ini kauand (uda samaR2 di ingatan kuu) :

a : hmm , akuu mau nanyak , ta’aRuF itu kayak gimana seh ?
b : ta’aRuF itu masa peRkenaLan n bLabLabLa .
a : Lha kaLo di Lingkungan yang kayak gini , gimana neRapinnya ? , ia kaLo di Lingkungan pesantRen , enak tuh , gampang . akuu Lhoo pacaRan =’) .
b : yawes tinggaL putus aja Lho .
a : huoo ? ya ndak bisa Lah . (muayak , uenteng banget biLang kayak gtu)
b : Lho knapa ?
a : ya ndak bisa , wah ngawuR ae ini .
b : sekaRang apa manFaat nya bwt kamu ?
a : hmm . . . apa yaa . (sungguh akuu suLit nyaRi aLasan bwt ngejawab peRtanyaan ini) . akuu pacaRan itu backstreet daRi kLuaRga kuu , jadi jaRang bisa ketemunya . ketemu pun cuma bentaR , pas maLem  , nunggu puLang kuLLia , kadang akuu bo’ong ma oRang Rumah , akuu biLang ada kuLLia maLem atau pengganti , padahaL aku kLuaR nonton - makan . duLu tuh , waktu akuu sma , wii pRinsip kuu , opo iku pacaRan , ndak ada yang gitu itu daLam isLam -.-“ . jadi waLopun sana sini temen kuu pacaRan , aku masa bodo ae , meReka tuh Ribet , mesti onok ae masaLah yang muncuL , yang cowoknya begini Lah , yang ceweknya begitu Lah , hadeuh , makan ati meLuLu . pLease deh , otak nih uda penuh bwt mikiRin masaLah diRi sendiRi , keLuaRga , pendidikan , oRang sekitaR , ee Lha kok ketambahan ama begituan , maLes bgt . dan temen temen kuu pun tau , kaLo adek itu anaknya , yaa bgituLah kaLo soaL pacaRan .
b : Lha , yawes toh , tau gtu Lho .
a : Lho sek tah beLum seLesai . tRus pas aku msuk kuLLia n join di ************* . aku kenaL dia . ndak tau knapa , smua pRinsip LuntuR . katanya , “kaLo ndak dimuLai , kamu mana tau” . aku LuLuh =’) . akuu kaLo uda ndapetin satu , ya satu itu bakaL teRus =’) . sampek ummi kuu (panggiLan saLah satu sobat sma) biLang gini , waa , kayak apa si dia , kok bisa bikin kamu kayak gini nak . seoRang nisa yg duLu gak ngeReken onok oRang pacaRan , Lha kok saiki ! , ckckck , hehe .
yek apa yaa biLang nya ke dia , bukan kaRna akuu ndak mau , tapi kaRna akuu takut (meLanggaR pRintah ALLAH) . akuu bingung , baRu peRtama ini pacaRan soaLe .
b : akuu ada bukunya tentang itu kok (juduLnya “cinta kita beda”) .
a : oia tah , yawes akuu pinjem yak .
b : ia .

akuu kiRa buku “cinta kita beda” tuh yang seRius beRad gimana gitu , ee teRnyata kemasan n bahasanya kayak teenLit gauL , isinya manteb bwt bocah yang awam n pemuLa kayak akuu gini . bwt yang Lagi n peRnah pacaRan , yaa , Lumayan nampaR n nyindiR sih , hhaha =’) .

ada kata bagus yang akuu kutip :

“…kaLo emang kita pengen jadi geneRasi yang punya jati diRi sejati , beRani katakan dan tegakkan kebenaRan di atas kemunkaRan , tangguh tuk nggak goyah ama yang namanya pengaRuh negatiF aLias mencintai yang baek-baek sepeRti yang dituntunkan oLeh isLam , sepeRti nggak pacaRan dengan aLasan apapun , nggak beRsaing hanya untuk pameRin status kamu , beRani untuk ninggaLin sekaLigus ngejauhi gossip , menghaLau pikiRan kotoR oR bacaan , media poRnogRaFis yang bikin kita meLayang-Layang nggak kaRuan ujungnya , beRaRti kamu emang jempoLan abis ! . Yakin deh kamu bakaL beRsinaR tambah tambah teRang , so pRestasi kamu tambah meLejit kaRena kamu beRani katakana cinta kita beda , tapi beda ituLah yang kupiLih dan kuyakini kebeRadaannya , sehingga I Love isLam yang sLaLu ku seRukan untuk teguhkan pRinsipku. “  =’)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 

ndak Lama dah khatam mbaca :
b : dah baca buku nya kan , dah siap pRaktek ?
a : (huaa , pRaktek , bLm Lah , yek opo seh) uda baca , yang ghibah , mungkin kaLo nimbRung bakaL nguRangin ceRita ceRita ma temen duLu =’)
b : aLhamduLiLLah . Lok yang menutup auRat ? n tinggaLin pacaRan ?
a : kaLo nutup auRat , ntaR aja , kaLo uda nikah . akuu masi pacaRan e , tapi kayak nya abis gini putus =’( .
b : apakah yakin haRus sampai masa itu untuk menutup auRat ?
a : ia , kenapa ? kan maksud kuu gini . akuu nutup auRat ntaR kaLo uda nikah , jadi yang bisa Lihat kan cuma bwt dia (suami) aja =’) , gtu .
(sekaRang akuu kaLo inget jawaban yang keLuaR daRi otak kuu sepeRti ini , sungguh ngeRasa bodo banget akuu duLu , haa memaLukan ei)
b : dan skaRang kita adaLah miLik ALLAH sepenuhnya . dan ALLAH yang punya atuRan itu . dan ALLAH ingin kita njaLanin smua atuRan Nya segeRa steLah kita mendengaR atuRan daRi Nya .
a : ia akuu duLu pas mau pake keRudung , diginiin sama mbak , hash , nanti ae dek , kamu itu masi kuLia , masi seneng2 duLu , gtu . Lha kok gtu seh mbak ini -.-” . kadang akuu mikiR , enaknya yang daRi keciL uda pendidikan pesantRen , jadi uda daRi awaL pake keRudung n tau ini itu .
b : yg pasti beRusahaLah teRus mencaRi kebenaRan , keLak kebenaRan itu akan benaR benaR sampai kepada muu .
a : oke makasyong =’)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

bebeRapa buLan kemudian , akuu Resmi putus , uda ndak mau pacaRan Lagi . iLmu n kebenaRan itu uda sampai ke akuu , aRtinya maLaikat pun uda muLai meng-hisab , jadi kaLo akuu ndak ngeLaksanain , dosa dong =’( .


pasca putus itu Rasanya emang beRaaadd kauand . kayak ada Ruang kosonk gitu . ada sesuatu yang hiLang . mau ngapa2in jadi sLowmotion n ndak teRaRah . kenapa ya kok putus , kenapa sih dia ndak gini , knapa ya duLu akuu ndak gtu , knapa knapa , seandainya n seandainya . smua bikin kepikiRan n sakit ati . mau ceRita ke kauand pun , ndak bakaL ngeFek apa apa .
(pasti sbagian daRi kaLian juga ngaLamin yg kayak gini) .

peRnah akuu tanya kauand , seinget kuu , gimana dia ngadepin semuanya seteLah putus ? , kuRang Lebih jawabnya kayak gini , dia sibukin diRi di kampus , biaR capek n nyampek Rumah dia tiduR , bangun maLem , mbaca QuR’an sambiL sesenggukan , shoLat maLem juga , dia sendiRi juga ndak tau apa yang dia tangisi .
“kaLo boLeh tau , ada doa apa gitu waktu kamu nagis ?”
dia jawab “gak ada doa khusus nak . semua cuma bondo nangis tok waktu itu . intinya kamu mengadu . kamu abis abisin tangis mu waktu shoLat .”

Lambat Laun akuu coba mikiR positiF nya , anggep aja ALLAH sayang sama akuu , jadi akuu uda diingetin daRi saat itu . sedihnya jangan LamaLama dah . Rugi hati Rugi waktu . emang sih tiap oRang bedabeda caRa nanganin pasca putus nya , ada yang kudu nyaRi Lg biaR Lupa ama yg Lalu , ada yang menutup diRi n ada juga yang menyibukkan diRi biaR capek n Lupa sama sedihnya . akuu cendeRung yang ktiga , nyaRi kegiatan daRi acaRa atau pameRan seni , sminaR, woRkshop , taLkshow , sampek yang kajian agama . beneR beneR mbikin badan capek , biaR nyampek Rumah bisa Langsung tiduR n ndak ada waktu bwt kepikiRan kan . agak nyiksa badan sih , tapi ini peLampiasan yang positiF =’) .

banyak opsi yang bisa kaLian piLih kauand . jangan takut n Ragu menghadapi pasca putus , ALLAH seLaLu ada untuk hamba Nya . ALLAH sayang sama kaLian , dia hanya ingin kaLian tau kebenaRan n tetap dijaLan Nya . ngeLakuin apa apa yang dipeRintahkan Nya . peRcayaLah , ALLAH yang paling tau apa apa yang kita butuhin =’) .

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 

akuu jadi keinget sms sms ini :

biLa kamu sedang mnunggu seseoRang untuk menjaLani kehidupan menuju Ridho Nya , maka beRsabaRLah dengan keindahan , demi ALLAH dia tidak datang kaRna kecantikan , kepintaRan ataupun kekayaan muu , tapi ALLAH Lah yang menggeRakkkan dia untuk datang kepada muu , janganLah teRgesagesa untuk mengekspResikan cinta pada nya sebeLum ALLAH mengizinkan , beLum tentu yang kamu cintai adaLah yang teRbaik untuk muu , siapakah yang Lebih mengetahui meLainkan ALLAH ? sesungguhnya ALLAH maha mengetahui n maha bijaksana , simpanLah segaLa bentuk ungkapan cinta daLam hati Rapat Rapat , ALLAH kan menjawabnya dengan Lebih indah disaat yang tepat . Amien Yaa Mujiybas Saailien =’)

beRbwtLah yang kamu suka tapi ingatLah kau kan mati . CintaiLah siapapun tapi ingatLah bahwa kau pasti beRpisah dengan yang kau cintai. So , jadiin ALLAH diatas segaLa nya =’)

Ketika cinta beRpijaR di hati muu , jangan biaRkan dia menguasai muu . tapi aRahkanLah dia ke aRah pemiLik Nya dan ada hanya untuk Nya . maka seLamanya dia akan menjadi indah =’)

haRus ada yang dikoRbankan untuk meRaih sesuatu =’)

engkau masi bisa untuk meLintasi batasan batasan yang dia buat . bahkan engkau pun masi tak Ragu meninggaLkan apa yang dia mau . ituLah bukti jeLas bahwa dia tidak ingin menyakiti muu . seLanjutnya , apakah engkau teRus mengabaikan kasih Nya . daRi diRi yang penuh keLam menuju cahaya teRang =’)


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 

PACARAN DALAM KACAMATA ISLAM

(akuu Lupa dapet daRimana , hehe)

Sebuah fitnah besar menimpa pemuda pemudi pada zaman sekarang. Mereka terbiasa melakukan perbuatan yang dianggap wajar padahal termasuk maksiat di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala. Perbuatan tersebut adalah “pacaran”, yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Biasanya hal ini dilakukan oleh sesama teman sekelas atau sesama rekan kerja atau yang lainnya. Sangat disayangkan, perbuatan keji ini telah menjamur di masyarakat kita. Apalagi sebagian besar stasiun televisi banyak menayangkan sinetron tentang pacaran di sekolah maupun di kantor. Tentu hal ini sangat merusak moral kaum muslimin. Namun, anehnya, orang tua merasa bangga kalau anak perempuannya memiliki seorang pacar yang sering mengajak kencan. Ada juga yang melakukan pacaran beralasan untuk ta’aruf (berkenalan). Padahal perbuatan ini merupakan dosa dan amat buruk akibatnya. Oleh sebab itu, mengingat perbuatan haram ini sudah begitu memasyarakat, kami memandang perlu untuk membahasnya pada kesempatan ini.

Pacaran dari Sudut Pandang Islam .
Pacaran tidak lepas dari tindakan menerjang larangan larangan Alloh subhanahu wa ta’ala. Fitnah ini bermula dari pandang memandang dengan lawan jenis kemudian timbul rasa cinta di hati—sebab itu, ada istilah “dari mata turun ke hati”— kemudian berusaha ingin memilikinya, entah itu dengan cara kirim SMS atau surat cinta, telepon, atau yang lainnya. Setelah itu, terjadilah saling bertemu dan bertatap muka, menyepi, dan saling bersentuhan sambil mengungkapkan rasa cinta dan sayang. Semua perbuatan tersebut dilarang dalam Islam karena merupakan jembatan dan sarana menuju perbuatan yang lebih keji, yaitu zina. Bahkan, boleh dikatakan, perbuatan itu seluruhnya tidak lepas dari zina.

Perhatikanlah sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam:
“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243)

Al Imam an Nawawi rahimahullah berkata: “Makna hadits di atas, pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram. Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156157)

Adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau lak-ilaki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!

Ta’aruf Dengan Pacaran, Bolehkah?
Banyak orang awam beranggapan bahwa pacaran adalah wasilah (sarana) untuk berta’aruf (berkenalan). Kata mereka, dengan berpacaran akan diketahui jati diri kedua ‘calon mempelai’ supaya nanti jika sudah menikah tidak kaget lagi dengan sikap keduanya dan bisa saling memahami karakter masing-masing. Demi Alloh, tidaklah anggapan ini dilontarkan melainkan oleh orang-orang yang terbawa arus budaya Barat dan hatinya sudah terjangkiti bisikan setan.

Tidakkah mereka menyadari bahwa yang namanya pacaran tentu tidak terlepas dari kholwat (berdua-duaan dengan lawan jenis) dan ikhtilath (lakilaki dan perempuan bercampur baur tanpa ada hijab/tabir penghalang)?! Padahal semua itu telah dilarang dalam Islam.

Perhatikanlah tentang larangan tersebut sebagaimana tertuang dalam sabda Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam:
“Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.” (H.R. alBukhori: 1862, Muslim: 1338)

Oleh karena itu, kendati telah resmi melamar seorang wanita, seorang lakilaki tetap harus menjaga jangan sampai terjadi fitnah. Dengan diterima pinangannya itu tidak berarti ia bisa bebas berbicara dan bercanda dengan wanita yang akan diperistrinya, bebas surat menyurat, bebas bertelepon, bebas berSMS, bebas chatting, atau bercakap-cakap apa saja.

Adakah Pacaran Islami?
Ada lagi pemudapemudi aktivis organisasi Islam—yang katanya punya semangat terhadap Islam—disebabkan dangkalnya ilmu syar’i yang mereka miliki dan terpengaruh dengan budaya Barat yang sudah berkembang, mereka memunculkan istilah “pacaran islami” dalam pergaulan mereka. Mereka hendak tampil beda dengan pacaranpacaran orang awam. Tidak ada saling sentuhan, tidak ada pegangpegangan. Masingmasing menjaga diri. Kalaupun saling berbincang dan bertemu, yang menjadi pembicaraan hanyalah tentang Islam, tentang dakwah, saling mengingatkan untuk beramal, dan berdzikir kepada Alloh q serta mengingatkan tentang akhirat, surga, dan neraka. Begitulah katanya!

Ketahuilah, pacaran yang diembelembeli Islam ala mereka tak ubahnya omong kosong belaka. Itu hanyalah makar iblis untuk menjerumuskan orang ke dalam neraka. Adakah mereka dapat menjaga pandangan mata dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah atau lakilaki ajnabi termasuk perbuatan yang diharamkan?!

Camkanlah firman Alloh
“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada lakilaki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Dan katakanlah kepada wanitawanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka” …. (Q.S. anNur [24]: 3031)

Tidak tahukah mereka bahwa wanita merupakan fitnah yang terbesar bagi laki-laki? Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (H.R. al-Bukhori: 5096)

Segeralah Menikah Bila Sudah Mampu .
Para pemuda yang sudah berkemampuan lahir dan batin diperintahkan agar segera menikah. Inilah solusi terbaik yang diberikan Islam karena dengan menikah seseorang akan terjaga jiwa dan agamanya. Akan tetapi, jika memang belum mampu maka hendaklah berpuasa, bukan berpacaran. Rosululloh shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu menikah maka segeralah menikah karena sesungguhnya menikah itu lebih menjaga kemaluan dan memelihara pandangan mata. Barang siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa menjadi benteng (dari gejolak birahi).” (H.R. al-Bukhori: 5066)

Al-Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan: “Yang dimaksud mampu menikah adalah mampu berkumpul dengan istri dan memiliki bekal untuk menikah.” (Fathul Bari: 9/136)

Dengan menikah segala kebaikan akan datang. Itulah pernyataan dari Alloh subhanahu wa ta’ala yang tertuang dalam Q.S. ar-Rum [30]: 21. Islam menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya tempat pelepasan hajat birahi manusia terhadap lawan jenisnya. Lebih dari itu, pernikahan sanggup memberikan jaminan dari ancaman kehancuran moral dan sosial. Itulah sebabnya Islam selalu mendorong dan memberikan berbagai kemudahan bagi manusia untuk segera melaksanakan kewajiban suci itu.

Nasihat .
Janganlah ikut-ikutan budaya Barat yang sedang marak ini. Sebagai orang tua, jangan biarkan putra-putrimu terjerembab dalam fitnah pacaran ini. Jangan biarkan mereka keluar rumah dalam keadaan membuka aurat, tidak memakai jilbab atau malah memakai baju ketat yang membuat pria terfitnah dengan penampilannya. 

Perhatikanlah firman Alloh subhanahu wa ta’ala:
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. alAhzab [33]: 59)

Wallohu A’lam.
oleh Muklis Abu Dzar hafizhahullah
Sumber: buletin al-Furqon Tahun 3, Vol. 9 no. 3 Bulan Muharram 1430 H

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

heaaaa , gimana kauand . cuRcoL banget yaa coRetan kuu . hehe . sebeneRnya maLuu juga sih akuu njabaRin tentang cinta cinta begitu . tapi akuu ngeLakuin ini tuh dengan maksud , bisa jadi sumbeR ReFeRensi buat kaLian yang daRi ndak tau menjadi paham . n daRi yang awaLnya tau tapi cuek menjadi paham untuk meLaksanakannya . akuu yakin bebeRapa daRi kaLian pasti peRnah ngeRasain kisah cinta yang sepeRti itu .
oia , catetan juga sih . sebagian daRi kita secaRa ndak sadaR nih , Lebih piLih nyaRi atau mengada-adakan pembenaRan biaR agak Lega n ngeRasa ndak ngeLakuin dosa daRipada  kudu ngadepin kenyataan yang benaR dan sehaRus nya .

aio Laa , idup sesuai atuRan NYA kauand =) . saya sudah mencoba untuk menyampaikan ini ke kaLian . seLanjutnya , gimana kaLian nyikapin iLmu yang uda sampai ke kaLian ini . semoga kita teRmasuk hamba hamba yang dikehendaki ALLAH untuk meRasakan nikmat hidayah daRi NYA yak . doakan saya agaR seLaLu istiQomah juga yak . sampai jumpa di coRetran seLanjutnya ^^ .