pengabdi peRindu pecinta

My photo
suRabaya, jawatimuR, Indonesia
assaLamu'aLaikum bLogwaLkeR . nggak ada yang tau beRapa Lama akuu singgahi bumi ALLAH . manusia yang punya ingatan teRbatas , dan mungkin saya takut kehiLangan ingatan daLam kenangan , memiLih beRbagi sekLumit ingatan itu meLaLui coRetan . kaRena setiap oRang (teRmasuk saya) setiap haRinya akan meLupakan sesuatu . punya banyak kekuRangan , beRusaha bwt ndak naRuh hati ke siapapun , masih jadi objek dakwah , dan akan seLaLu mempeRbaiki kuaLitas ketaQwaan . akuu suka menemukan inspiRasi daRi jaLan jaLan yang akuu LaLui dan oRang oRang sekitaR teRdekat kuu . tidak peduLi sepeRti apa kehidupan sebeLumnya , kita hidup untuk seLanjutnya , disini haRus ada peRubahan menuju NYA . aLLahumma ya muQaLLibaL QuLLub tsabbit QaLbi 'aLa diinik , yaa ALLAH yang maha memboLak baLikkan hati , teguhkan Lah akuu daLam agama Muu . yup , iniLah dunia bocah awam . yang baik daRi NYA , yang buRUk khiLaF kuu . suwun uda mampiR , saLam kenaL n keep contact yaa . (^____^") KETAWAKETAWAKETAWA . *dulu url nya adekkecenk.blogspot.com*

Wednesday, September 14, 2011

adekmoRphosis dua :: auRat ::

bismiLLahiRahmaniRahim ,
* * * * * * * * * * * * * * * * 

pas otw , ada inbox .
“gimana nis , dah jeLas kan kata pak aRiF tadi tentang jiLbab buat seoRang cewek ?”
akuu masukin Lagi hape kuu .
nyampek Rumah baRu deh akuu baca Lagi .
hmm , kata kata apaan sih , bingung akuu , hihi .
akuu tanya tapi ndak dijeLasin .
saat peRkuLiahan maLem , pak aRiF peRnah membahas tentang jiLbab , tapi sayang posisi kuu Lagi duduk di beLakang n usReg sendiRi (guyon n poto2) , jadi ndak peRhatian ke uneg uneg yang disampaikan beLiau =’( . besok nya akuu tanyak wence , yaa kuRang Lebih yang akuu tangkep kayak gini maksud nya :
“wanita beRjiLbab , beLum tentu tingkah Laku n tutuR nya baik . begitu juga sebaLiknya , ndak smua wanita beRjiLbab itu tingkah Laku n tutuR nya buRuk atau seLaLu negatiF . jadi , yang beneR tuh beRiRingan . menutup auRat sambiL mbeneRin tingkah Laku n tutuR kata biaR Lebih baik daRi sebeLumnya . Lha kaLo nunggu tingkah Laku n tutuR jadi baik duLu (mbeneRin hatinya) , kapan mau nutup auRat nya , Lha ndak beneR beneR e . munduR munduR teRus dong . ia kaLo besok besok masi bisa , gtu” .

* * * * * * * * * * * * * * * *

suatu maLam akuu Lagi ke saLah satu maLL sama emes n mbak . Lagi nunggu meReka miLih2 aLas kaki . teRus hape kuu bunyi , ada sms .
b : daRi status seoRang teman : sebuRuk buRuk musLimah yang mengenakan jiLbab jauh Lebih baik daRipada musLimah yang tidak mengenakan jiLbab . kaRna seLama ia tidak beRjiLbab maka sesungguhnya dia mengingkaRi peRintah ALLAH .
a : yee aku Lhoo Lagi beRkeRudung :P , kan Lagi keLuaR ma keLuaRga kuu , hehe .
b : dan jangan cuma sekaRang aja , tapi beRjiLbab Lah untuk seLamanya . kaRna ketika kamu hanya beRjiLbab pada waktu waktu teRtentu maka sesungguhnya engkau beRjiLbab tidak untuk ALLAH & seakan akan menipu ALLAH & RasuL Nya .
a : (mak jLepp) . Ya ALLAH , aku ndak ada maksud gtu e , huhuhu . akuu masi pkL , kantoR kuu chinese smua . akuu beLum tanya dsitu boLeh pake keRudung atau ndak . jadi sementaRa ini kaLo kLuaR kLuaR , pake . tapi untuk kuLia n pkL , beLum . cz sLama pkL ini akuu masi ambiL 2 matakuLia . jadi kLo pkL daRi kantoR gak pake , tRus kuLia ke kampus pake atau daRi kampus pake , tRus ke kantoR diLepas , gonta gantinya Lhoo .
b : baca teRjemah QS. aL baQaRah 9 .
nah sms yang peRtama tadi akuu FoRwaRd.in ke temen kuu . Respon mReka :
“ berudu kok gtu seh sms nya . bukankah smuanya dmuLai daRi hati ? kaLo beRjiLbab hanya kaRna teRpaksa kaRna suatu hadist atau ayat apa gak maLah dosa ? yang teRpenting kan ikhLas “
ada juga yang gini ,
“ tapi bukan beRaRti musLimah yang uda beRjiLbab itu musLimah yang paLing baik . cz LuaR daLemnya kita mesti baLance “
nah kaLo Respon kaLian gimana kauand ? =’)
akuu nemu note FB , coba intip deh .
* * * * * * * * * * * * * * * * 


“Lho sa’ , saiki kun keRudungan tah?”
“mbayaR piRo dek ben mLebu suRgo?”
“biasane aRek keRudungan iku tambah pinteR Lho”
“hee dek , keRudung muu itu mau mbok pake teRus apa ndak?“
“ihiii , saiki mbak ica isLami e”
“kaLo mnuRut saya , keRudung itu ndak haRus yah , teman2 saya banyak kok yg musLim , tapi meReka ndak pakek keRudung tuh”
“gak sumuk dek?”
“ciaasss , adek saiki omonganne abod”
“kaLo mau keRudungan , yawes yg biasa2 aja , gak usah munaFik”
“cieee , penampiLan baRu nih yee”
“ehh tapi oRang2 yang pake jiLbab2 besaR gtu itu , ndak susah tah nyaRi jodohnya , siapa yang mau coba”
“adek iki koRban cuci otak’e **** , kepaLa e *** , waa waa”
“sakjane yoo ndak usah pakek duLu , ntaR nek wes dapet keRja , baru deh , yang penting tuh hatinya duLu”
“ati2 Lhoo kaLo pengajian2 , kamu itu ngaLoR ngiduL , ojok anggeR meLok ae”
“ uda dek , kamu ndak usah ikut2 yang gumbuLan pengajian yang pake nama ini itu atau apaLah , wes yang biasa2 aja gtu Lhoo , aduu medeni , kasian oRtu muu”
“soaLnya beRubah muu ceped , aku ngiRanya kamu kayak gini tuh kaRna ada yang kamu suka , tRus kamu dsuRuh gini sama dy”
 “hee , cenk , subhanaLLah , wes tobat tah?”
“heii , nice!”
“wii sa , aku saLut peg , isok Langsung gini e kamu”

yupp , itu sebagian statement n gojLokan yg masi aku inget =’) . sempet bikin akuu beRnapas daLam . tapi ini adaLah sesuatu yang wajaR kok . kaLo akuu meLakukan aksi “meRubah sesuatu daRi diRi kuu” maka sudah pasti kaLo akuu juga bakaL ndapetin yang namanya Reaksi  “daRi oRang2 disekitaR yang peRhatian dengan peRubahan kuu tentunya” .
akuu uda mikiRin kok , kemungkinan2 yang bakaL akuu hadepin . yaa misaLnya aja dengan mencaRi daLiL2 yang bisa menambah keimanan n menguatkan hati biaR ndak mindeR n sombong .

* * * * * * * * * * * * * * * *

ini akuu dapet daRi kauand . monggo dibaca =’) Renungan khususnya untuk para kaum hawa .

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.
Beliau menjawab,
"Pada malam aku diisra'kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya."

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.
"Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
"Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.
"Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
"Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
"Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi s.a.w.
 
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?
Rasulullah S.A.W menjawab,
"Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
 
"Perempuan yang digantung payudaranya adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.
"Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
"Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
"Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
"Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa solat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.
"Perempuan yang kepalanya seperti **** dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.
Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
 
Mendegar hal itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Semoga bisa mjd bahan renungan dan muhasabah buat diri kita..
Wahai saudari Q muslimah, apakah kalian masih ingin memamerkan aurat kalian ???
 
* * * * * * * * * * * * * * * *

JILBAB

(mateRi tentang jiLbab ini akuu ngopi daRi kauand)

Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai kaum Muslimah, baik remaja maupun dewasa mengenakan pakaian Muslimah dengan berbagai warna, corak dan model. Jika kita cermati, tidak semua kaum Muslim memiliki pandangan yang jelas tentang pakaian Muslimah. Faktanya, banyak wanita yang mengenakan kerudung hanya menutupi rambut saja, sedangkan leher dan sebagian lengan masih tampak. Ada juga yang berkerudung tetapi tetap memakai busana yang ketat, misalnya, sehingga lekuk tubuhnya tampak. Yang lebih menyedihkan adalah ada sebagian kalangan yang masih ragu terhadap pensyariatan Islam tentang pakaian Muslimah ini.
Di samping itu, masih banyak juga di yang memahami secara rancu kerudung dan jilbab. Tidak sedikit yang menganggap bahwa jilbab adalah kerudung dan sebaliknya. Padahal, jilbab dan kerudung adalah dua perkara yang berbeda. 

Menutup Aurat .
Menutup aurat dan pakaian Muslimah ketika keluar rumah merupakan dua pembahasan yang terpisah, karena Allah Swt. dan Rasul-Nya memang telah memisahkannya.  Menutup aurat merupakan kewajiban bagi seluruh kaum Muslim, laki-laki dan perempuan.  Untuk kaum Muslimah,  Allah Swt. telah mengatur ihwal menutup aurat ini al-Quran surat an-Nur ayat 31:
Katakanlah kepada wanita yang beriman,  “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).
 Frasa mâ zhahara minhâ (yang biasa tampak padanya) mengandung pengertian wajah dan kedua telapak tangan.  Hal ini dapat dipahami dari beberapa hadis Rasulullah saw., di antaranya: Pertama, hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyatakan (yang artinya):
Suatu ketika datanglah anak perempuan dari saudaraku seibu dari ayah ‘Abdullah bin Thufail dengan berhias. Ia mengunjungiku, tetapi tiba-tiba Rasulullah saw. masuk seraya membuang mukanya.  Aku pun berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, ia adalah anak perempuan saudaraku dan masih perawan tanggung.” Beliau kemudian bersabda, “Apabila seorang wanita telah balig, ia tidak boleh menampakkan anggota badannya kecuali wajahnya dan ini.” Ia berkata demikian sambil menggenggam pergelangan tangannya sendiri dan dibiarkannya genggaman telapak tangan yang satu dengan genggaman terhadap telapak tangan yang lainnya). (HR Ath-Thabari).
Kedua, juga hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).
Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa yang biasa tampak adalah muka dan kedua telapak tangan, sebagaimana dijelaskan pula oleh para ulama, bahwa yang dimaksud adalah wajah dan telapak tangan (Lihat: Tafsîr ash-Shabuni, Tafsîr Ibn Katsîr). Ath-Thabari menyatakan, “Pendapat yang paling kuat dalam masalah itu adalah pendapat yang menyatakan bahwa sesuatu yang biasa tampak adalah muka dan telapak tangan.” (Tafsîr ath-Thabari).
 Jelaslah bahwa seorang Muslimah wajib untuk menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.  Artinya, selain wajah dan telapak tangan tidak boleh terlihat oleh laki-laki yang bukan mahram-nya. 

Pakaian Wanita dalam Kehidupan Umum .
Selain aturan tentang menutup aurat, Allah Swt. pun memberikan aturan yang sama rincinya tentang pakaian wanita dalam kehidupan umum, yaitu jilbâb (jilbab, abaya) dan khimâr (kerudung).
Dalam kesehariannya, wanita tidak menutup kemungkinan untuk keluar rumah untuk memenuhi hajatnya; ke pasar, ke mesjid, ke rumah keluarga dan kerabatnya, dan lain-lain.  Kondisi ini memungkinkan terjadinya interaksi atau pertemuan dengan laki-laki. Islam menetapkan, ketika seorang wanita ke luar rumah, ia harus mengenakan khim­âr (kerudung) dan jilbab.
Allah Swt. berfirman:
Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimâr) ke dada-dada mereka. (QS an-Nur [24]: 31).
Dari ayat ini tampaka jelas, bahwa wanita Muslimah wajib untuk menghamparkan kerudung hingga menutupi kepala, leher, dan juyûb (bukaan baju) mereka.
Sementara itu, mengenai jilbab, Allah Swt. berfirman dalam ayat yang lain:
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. (QS al-Ahzab [33]: 59).
Kata jalâbîb yang terdapat dalam ayat tersebut adalah jamak dari jilbâb.  Secara bahasa, jilbab adalah sejenis mantel atau baju yang serupa dengan mantel (Lihat: Kamus al-Muhith). Menurut beberapa pendapat ulama tafsir, pengertiannya adalah sebagai berikut:
1.    Kain penutup atau baju luar/mantel yang menutupi seluruh tubuh wanita. (Tafsîr Ibn ‘Abbas, hlm, 137).
2.    Baju  panjang (mulâ’ah) yang meliputi seluruh tubuh wanita. (Imam an-Nawawi, dalam Tafsîr Jalalyn, hlm. 307).
3.    Baju luas yang menutupi seluruh kecantikan dan perhiasan wanita. (Ali ash-Shabuni, Shafwah at-Tafâsîr, jld. 2, hlm. 494)
4.    Pakaian seperti terowongan (baju panjang yang lurus sampai ke bawah) selain kerudung. (Tafsîr Ibn Katsîr).
5.    Intinya, Allah memerintahkan kepada Nabi agar menyeru istri-istrinya, anak-anak wanitanya, dan wanita-wanita Mukmin secara umum—jika mereka keluar rumah untuk memenuhi  hajatnya—untuk menutupi seluruh badannya, kepalanya, dan juga juyûb mereka, yaitu untuk menutupi dada-dada mereka.
6.    Pakaian yang lebih besar dari khimâr (kerudung). Ibn ‘Abbas dan Ibn Mas‘ud meriwayatkan, bahwa jilbab adalah ar-rada’u, yaitu terowongan (pakaian yang lurus tanpa potongan yang menutupi seluruh badan). (Tafsîr al-Qurthubi).

Lalu bagaimana keadaan wanita-wanita pada masa Rasulullah saw. ketika mereka keluar rumah? Hal ini akan tampak dari sebuah hadis berikut:
Kami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan.  Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah (syiar) kaum Muslim.  Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda:  Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” (HR Muslim).
Hadis di atas mengandung pengertian, bahwa ada salah seorang shahabiyah yang tidak memiliki pakaian (jilbab) untuk digunakan ke luar rumah; ia hanya memiliki pakaian rumah. Rasulullah saw. sendiri telah memerintahkan kepada semua wanita, bahkan wanita yang haid dan yang berada dalam pingitan sekalipun, untuk keluar shalat Id dan menyaksikan syiar/dakwah Islam.  Lalu kemudian wanita tersebut mengadukan kondisi dirinya. Rasulullah saw. kemudian memerintahkan kepada wanita-wanita yang lain untuk meminjamkan pakaian luarnya kepada wanita tersebut agar wanita tersebut bisa keluar rumah untuk memenuhi seruan beliau.
Ayat al-Quran berikut lebih menguatkan hadits di atas:
Perempuan-perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada keinginan untuk menikah lagi, tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka (pakaian luar) dengan tidak  menampakkan perhiasan. (QS an-Nur [24]: 60).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa wanita-wanita yang sudah mengalami menopouse boleh untuk menanggalkan jilbab (pakaian luar)-nya. Akan tetapi, mereka tetap wajib untuk menutup auratnya.
Dari beberapa nash dan keterangan yang disebutkan di atas, jelaslah bahwa jilbab adalah pakaian luar (menyerupai mantel) yang luas dan tidak terputus (seperti terowongan) yang menutupi pakaian rumah/pakaian sehari-harinya (al-mihnah) dan seluruh bagian tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangan.
Dengan demikian, jilbab dan kerudung merupakan dua hal yang berbeda. Keduanya merupakan perkara yang diwajibkan oleh Allah Swt. untuk dikenakan seorang Muslimah ketika hendak keluar rumah.  Mudah-mudahan Allah Swt. memudahkan kita untuk melaksanakan setiap kewajiban yang telah Allah tetapkan serta mengokohkan iman kita dengan menjadikan kita senantiasa tunduk dan terikat dengan hukum-hukum-Nya

Sumber Rujukan:
1.    Taqiyyuddin an-Nabhani, an-Nizhâm al-Ijtimâ‘î fî al-Islâm, Darul Ummah.
2.    Tafsîr Ibn ‘Abbas.
3.    Tafsîr Ibn Katsîr.
4.    Tafsîr Jalâlayn.
5.    ‘Ali ash-Shabuni, Ash-Shafwat at-Tafâsîr,
6.    Sayyid Quthb, Fî Zhilâl al-Qur’ân.

* * * * * * * * * * * * * * * * 

ResuLt nya . akuu uda ninggaLin pacaRan n menutup auRat . tapi akuu juga masi beLum sesuai syaR’i menutup auRat nya . teRkadang masi seRing memakai ceLana , hehe . doakan akuu dimudahkan n dikasi kekuatan yak , biaR bisa tetep istiqomah di jaLan Nya , menjadi musLimah yang semakin haRi semakin baik dan benaR ^^” . gimana dengan kaLian kauand ? monggo di shaRing kan .

2 comments:

  1. Assalamualaikum wr wb

    Subhanalloh
    blog yg bagus ^_^b

    salam kenal yiah

    ijin share boleh kan

    ReplyDelete
  2. . waaLaikumsaLam =) . makasyong uda mau nge shaRe . saLam kenaL juga , siapa yaa disana ? =) .

    ReplyDelete