pengabdi peRindu pecinta

My photo
suRabaya, jawatimuR, Indonesia
assaLamu'aLaikum bLogwaLkeR . nggak ada yang tau beRapa Lama akuu singgahi bumi ALLAH . manusia yang punya ingatan teRbatas , dan mungkin saya takut kehiLangan ingatan daLam kenangan , memiLih beRbagi sekLumit ingatan itu meLaLui coRetan . kaRena setiap oRang (teRmasuk saya) setiap haRinya akan meLupakan sesuatu . punya banyak kekuRangan , beRusaha bwt ndak naRuh hati ke siapapun , masih jadi objek dakwah , dan akan seLaLu mempeRbaiki kuaLitas ketaQwaan . akuu suka menemukan inspiRasi daRi jaLan jaLan yang akuu LaLui dan oRang oRang sekitaR teRdekat kuu . tidak peduLi sepeRti apa kehidupan sebeLumnya , kita hidup untuk seLanjutnya , disini haRus ada peRubahan menuju NYA . aLLahumma ya muQaLLibaL QuLLub tsabbit QaLbi 'aLa diinik , yaa ALLAH yang maha memboLak baLikkan hati , teguhkan Lah akuu daLam agama Muu . yup , iniLah dunia bocah awam . yang baik daRi NYA , yang buRUk khiLaF kuu . suwun uda mampiR , saLam kenaL n keep contact yaa . (^____^") KETAWAKETAWAKETAWA . *dulu url nya adekkecenk.blogspot.com*

Wednesday, May 23, 2012

:: adekmoRphosis empat :: taman taman suRga ::

bismiLLahiRahmaniRahim,

ada sebagian pengetahuan yang pengen akuu shaRe , coRetan kaLi ini akuu dapet daRi temen n e-book . beRhaRap seteLah ada yang baca ini, akuu gak sendiRian Lagi kaLo dateng kajian ;D , hehehe .

DALIL-DALIL MENGENAI ILMU

peLajaRiLah iLmu , kaRena mempeLajaRinya kaRena ALLAH adaLah khasyah , menuntutnya adaLah ibadah , mempeLajaRinya adaLah tasbih , mencaRinya adaLah jihad , mengajaRkannya kepada orang yang tidak mengetahui adaLah shadaQah , menyeRahkan kepada ahLinya adaLah taQaRRub . iLmu adaLah teman dekat daLam kesendirian dan sahabat daLam kesunyian
( muadz bin jabaL RadhiyaLLahu'anhu )

jadiLah (engkau) oRang yang aLim (mengeRti iLmu agama) , atau oRang yang beLajar (iLmu agama) , atau oRang yang mendengaRkan iLmu-iLmu agama , atau oRang yang mencintai iLmu dan pemiLik iLmu dan jangan engkau menjadi oRang yang keLima (yaitu oRang yang tidak menyukai itu semua dan membencinya) , maka engkau akan binasa
( aL hadist )

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu : “berlapang-lapanglah dalam majelis" , maka lapangkanlah niscaya ALLAH akan memberi kelapangan untuk muu . dan apabila dikatakan : "berdirilah kamu" , maka berdirilah , niscaya ALLAH akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat . dan ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
( TQS. aL-mujadiLah: 11 )
Dari Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “jika kalian melewati taman-taman surga maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah dzikir.”
(HR. at-Tirmidzi)

”Bersabda Rasulullah SAW, apabila aku didatangi oleh suatu hari, dan aku tidak bertambah ilmuku pada hari itu yang dapat mendekatkan diriku kepada Allah ’azza wa jalla, maka tidak ada keberkahan untukku dalam terbitnya matahari pada hari itu.”
(H.R Imam Thabrani)

“Dan bersemangatlah kalian dalam majelis-majelis ulama’ (ahli ilmu) karena rahmat-Ku tidak terpisah dengan mereka meskipun sekejap mata..”
(Firman Allah dalam Shuhuf Nabi Musa as)

”Hai anakku, ketika kamu melihat jamaah tengah berzikir (mengingat Allah atau membicarakan ilmu) maka duduklah bersama mereka. Jika engkau pandai, maka bermanfaatlah ilmumu, dan jika engkau bodoh, maka kau dapat menimba ilmu dari mereka. Sedangkan mereka mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan rahmat Allah, sehingga engkau akan memperoleh bagian pula.”
(Nasihat Luqman Hakim kepada anaknya)
TANGGUNG JAWAB ILMU

Adapun tanggung jawab ilmu seseorang atas apa saja yang telah dia amalkan, maka ada ancaman yang berat bagi orang yang tidak mengamalkan ilmunya, dan bagi orang yang ucapannya bertentangan dengan perilakunya. 
                                                                                              
Allah Ta’ala berfirman :

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”.
( QS. Al Baqoroh : 44).

“Katakanlah : "Hai ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”
( QS. Al Maidah : 68 ).

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?” .
( QS. Ash Shaff  : 2 ).


Dan diriwayatkan dari Usamah bin Zaid Rodliallahu ‘anhuma, beliau berkata : Saya mendengar Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Pada hari kiamat nanti akan didatangkan seorang laki-laki lalu dia dilemparkan kedalam api neraka, sehingga keluarlah usus-ususnya, kemudian dia berputar bersama dengan usus-ususnya seperti halnya seekor keledai yang berputar dengan penggilingan, kemudian ahli neraka mengerumuninya, dan bertanya kepadanya: “Kenapa dirimu? bukankah kamu adalah orang yang memerintahkan berbuat kebaikan dan melarang kemungkaran?”, lalu dia menjawab : “Saya memang memerintahkan kepada kalian kebaikan dan saya tidak melakukannya, dan saya melarang kepada kalian kemungkaran dan saya melakukannya“ .

Usamah Rodliallahu ‘anhu berkata : Saya mendengar Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Pada malam aku di isro’kan, aku bertemu kaum yang bibirnya digunting menggunakan gunting yang berasal dari neraka , kemudian aku bertanya : “ Siapakah mereka wahai Jibril?“, Malaikat Jibril menjawab : “Orang-orang yang suka berkhotbah diantara umatmu yang berkata namun tidak mau mengerjakannya“
(Diriwayatkan oleh imam Al Bukhori dan Imam  Muslim).

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Rodiallahu ‘anhu, beliau berkata : Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Orang-orang yang paling berat siksanya adalah orang alim yang ilmunya tidak diberi manfaat oleh Allah Ta’ala“.
(Diriwayatkan oleh At Thobaroni).

KEUTAMAAN ILMU dan IBADAH

Imam Ghozali Rohimahullahu Ta’ala berkata : ketahuilah sesungguhnya ilmu dan ibadah adalah dua permata, yang karena keduanya kita dapat melihat dan mendengar sesuatu berupa karangan-karangan para pengarang, ajaran para pengajar, nasehat-nasehat orang yang menasehati dan pemikiran-pemikiran cendekiawan. Bahkan karena ilmu dan ibadah, diturunkanlah kitab-kitab dan diutuslah para Rosul, bahkan diciptakannya langit dan bumi seisinya.

Dan renungkanlah dua ayat yang ada di dalam Al-Quran, salah satunya adalah firman Allah Ta’ala:
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. 
( QS. At Tholaaq : 12).
Ayat ini telah cukup sebagai dalil tentang keutamaan ilmu, lebih – lebih ilmu tauhid.

Ayat yang kedua adalah firman Allah Ta’ala :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
(QS. Adz Dzariyaat : 56).
Dan ayat ini sudah cukup sebagai dalil tentang keutamaan dan kewajiban beribadah.

Betapa besar dua perkara ini (ilmu dan ibadah) sebagai maksud dari ciptaan Allah Ta’ala. Maka sepatutnya bagi seorang hamba agar tidak mensibukkan diri kecuali dengan keduanya dan tidak berangan-angan kecuali dalam dua hal tersebut.

Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya segala sesuatu selain ilmu dan ibadah tiada kebaikan di dalamnya, dan tidak menghasilkan apa-apa didalamnya. Ketika engkau sudah mengetahui hal tersebut maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu adalah yang paling mulia dan lebih utama dari keduanya. Dengan demikian, maka ilmu wajib untuk diamalkan. Jika tidak, maka ilmu hanyalah seperti debu yang berhamburan. Sesungguhnya ilmu laksana pohon dan ibadah laksana buahnya. Pohon lebih mulia karena dia adalah pangkalnya, akan tetapi yang menghasilkan manfaat adalah buahnya.
Dengan demikian, maka sudah seharusnya dirimu mempunyai bagian dari kedua hal tersebut. Bahkan  wajib bagi seorang hamba untuk memiliki empat perkara yaitu: ilmu, amal, ikhlas dan takut. Pertama dia mengetahui jalannya. Jika tidak, maka dia adalah orang buta. Kedua, lalu dia  mengamalkan ilmunya. Jika tidak, maka dia adalah orang yang terhalang mata hatinya. Ketiga, kemudian dia ikhlas dalam mengamalkannya. Jika tidak, maka dia termasuk orang yang rugi. Keempat dia terus menerus merasa takut dan waspada dari setiap hal-hal yang berbahaya. Jika tidak, maka ia merupakan orang yang tertipu, karena sesungguhnya amal-amal itu diperhitungkan dengan hasil akhirnya, sedangkan dia tidak mengetahui apa akhir dari amalnya.

semoga bermanFaat yak  ^_^" , ayok semangat ngaji !

No comments:

Post a Comment