pengabdi peRindu pecinta

My photo
suRabaya, jawatimuR, Indonesia
assaLamu'aLaikum bLogwaLkeR . nggak ada yang tau beRapa Lama akuu singgahi bumi ALLAH . manusia yang punya ingatan teRbatas , dan mungkin saya takut kehiLangan ingatan daLam kenangan , memiLih beRbagi sekLumit ingatan itu meLaLui coRetan . kaRena setiap oRang (teRmasuk saya) setiap haRinya akan meLupakan sesuatu . punya banyak kekuRangan , beRusaha bwt ndak naRuh hati ke siapapun , masih jadi objek dakwah , dan akan seLaLu mempeRbaiki kuaLitas ketaQwaan . akuu suka menemukan inspiRasi daRi jaLan jaLan yang akuu LaLui dan oRang oRang sekitaR teRdekat kuu . tidak peduLi sepeRti apa kehidupan sebeLumnya , kita hidup untuk seLanjutnya , disini haRus ada peRubahan menuju NYA . aLLahumma ya muQaLLibaL QuLLub tsabbit QaLbi 'aLa diinik , yaa ALLAH yang maha memboLak baLikkan hati , teguhkan Lah akuu daLam agama Muu . yup , iniLah dunia bocah awam . yang baik daRi NYA , yang buRUk khiLaF kuu . suwun uda mampiR , saLam kenaL n keep contact yaa . (^____^") KETAWAKETAWAKETAWA . *dulu url nya adekkecenk.blogspot.com*

Tuesday, December 31, 2013

:: s e p o t o n g ::

Sepotong bulan untuk berdua

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita melihat bulan yg sama,
mensyukuri banyak hal,
berterima-kasih atas segalanya,
terutama atas kesempatan utk saling mengenal,
esok-pagi, semoga semuanya dimudahkan..

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang satu,
percaya atas kekuatan janji2 masa depan,
keindahan hidup sederhana, berbagi dan bekerjakeras,
mencintai sekitar dengan tulus dan apa-adanya..

malam ini,
saat dikau menatap bulan,
yakinlah kita menatap bulan yang itu,
semoga yg maha memiliki langit memberikan kesempatan,
suatu saat nanti, dengan segenap pemahaman baik
menjaga kehormatan perasaan
kita menatap bulan,
dari satu bingkai jendela

*repos koleksi puisi2 lama , daRwis teRe Liye

Sunday, December 29, 2013

:: emboh ::

sampai maLam ini pun , mata sudah LeLah , beLum ada Rangkaian kata penyusun kaLimat kemudian paRagRaF dan jadiLah pRapoposaL untuk tugas metpen besok .
nganaLisis juRnaL jugak beLum .

maLah cuRhat di bLog .
maLah nangis .
mau muu opo toh nduk ?
*kemudian LeLap

:: beLajaR daRi sodaRa ibuk ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

assaLamuaLaikum bLogwaLkeR ,
kemaRen ada chat daRi gRoup majeLis , kayak gini nih >>

kita tak kuasa memboLak baLik hati oRang Lain , gigihLah mempeRbaiki diRi dengan dakwah , semoga jadi jaLan hidayah bagi yang Lain . aa gym ~

nah ini , (ALLAH ngasi jawaban daRi sini) yang sedang kuu gadang-gadang , untuk keLuaRga kuu .
tentang peRbaikan diRi ,
tentang taubat ,
tentang kesempatan untuk kembaLi ,
tentang akhiR khusnuL khotimah di peRjaLanan dunia .
tidak peduLi sebeRapa buRuk yang sudah dijaLani sampai saat ini ,
kembaLi  Lah , kembaLi Lah di jaLan NYA .

coRetan kaLi ini , aku mau ngajak beLajaR daRi sodaRa-sodaRa ibuk yang beRagam .
ibuk 8 beRsodaRa , ada yang sukanya taRuhan , ada yang pendidikan agamanya baik , ada yang tidak punya ketuRunan , ada yang sukses kaRiR nya , ada yang deRmawan .

kabaR yang masih hangat , daRi pakdhe wandi (kakak peRtama ibuk) .
beLiau tinggaL di desa dengan istRinya yang jugak tak Lagi sehat (budhe ndak bisa memakai ceLana sendiRi) .
pakdhe sakit keRas sekitaR 10 haRi di RS dan minta dipuLangkan saja ,
mungkin kaRna pakdhe ndak mau ngeRepotin anak2 nya ,
teRkait biaya , ataupun gantian jaga , sehingga anaknya haRus ijin keRja , meninggaLkan Rutinitas .
dan juga mungkin kaRna pakdhe Lebih nyaman di Rumah , bisa meLihat anaknya , cucunya dan istRinya yang peRnah mbeLa-mbeLain naik ojek buat ke RS , padahaL kondisi badannya ndak memungkinkan .
sempat ada kabaR , kaLo pup nya pakdhe sudah hitam (kata oRang2 ini tanda2 uda deket) .
pakdhe sempat dikiRa meninggaL sama anaknya .
tapi teRnyata masih ada yang ditunggu mungkin , sodaRa2 nya .
pakdhe sendiRi , seteLah sadaR sempat biLang gini ke anaknya "tuLung deLok'en sikiLku sek podo tah nggone ambek sak guRunge? engkok pas saLah ndekek'e"
(hembok , Lak yo hoRoR seh)
kesannya itu nyawa pakdhe kok keLuaR masuk gitu ya .
kata anaknya , beLiau masih takut meniggaL kayaknya .
"pak , ikhLas pak , sinten sing sampeyan aboti pak ? niki pun wonten Rencang2 kaLih putu2 sampeyan , duLuR2 deReng wonten sing mRiki"
sodaRa2 yang Lain kesusahan kesana , kaRna jaLan mau ke desa pakdhe banjiR nya ndak ketuLungan . kudu muteR2 nyaRi jaLan aLteRnatiF .
nah , pas sodaRa2 uda pada disana , beLiau uda kayak oRang sehat ajah , menyaLami dan meminta maaF ke sodaRa2 , beLiau ceRita2 , ingatannya masih kuat tentang kebaikan2 sodaRanya (agak ndak Logis , abis dikiRa meninggaL , Lha kok maLah kayak oRang sehat) .
semua beRgantian ngebacain yasin dan doa doa , pakdhe sendiRi masih Fasih nyebut nama NYA , ndak kayak oRang sakit .
sempat tante sama om kuu , mau ngebawa pakdhe untuk beRobat di sby ajah , dan pakdhe pun mau . pas mau subuh itu , uda geLisah minta ndang ke sby . sampai akhiRnya , ngeRasa di dadanya panas . panassss . anaknya beneR beneR siaga , jangan sampek ada yang ninggaLin beLiau , beneR beneR nuntun beLiau teRus , mengingatkan pada NYA , nyebut nama NYA .
kakinya sudah dingin .
teRhenti di dada , panass , teRsengaL , pandangan beLiau meLihat ke atas .
panass .
sambiL tetap teRus dituntun anaknya untuk menyebut NYA .
dan beRakhiR baik .
semua sodaRa sudah ikhLas waLau masih ada aiRmata .
aiRmata nya Lebih ke haRu dan syukuR , kaRna akhiR hidupnya masih mengingat NYA .


ada bebeRapa yang aku catet :
1. oRang tua , bagaimanapun Rasa sakitnya , masaLahnya , kesusahannya , pasti ndak mau ngeRepotin anak . sebaLiknya , sekeciL apapun apa yang dia punya , pasti dibagi untuk anaknya . haRusnya otomatis , kita sebagai anak haRus sadaR diRi , ini bukan Lagi tentang bagaimana kita membaLas apa yang sudah diLakukan oRang tua kita sejak daRi kita beLum ada sampai saat ini kita bisa beRnapas , tapi tentang mencaRi Ridho NYA .

diRi yang penuh keteRbatasan ini , beRniat dan seLaLu meRajuk pada NYA , agaR bisa meRawat , menjaga oRang tua , sampai di akhiR peRjaLanan saLah satu diantaRa kami .

2. haRusnya , sodaRa2 ibuk yang masih beLum di jaLan NYA , meLihat kejadian ini , mengambiL hikmah , dan segeRa beRtaubat . aku sedih kaLo ngeLihat pakdhe dan pakLek yang ndak punya anak , bagaimana kehidupannya yang makin menua , siapa yang ngeRawat saat beLiau2 sakit dan pada peRjaLanan akhiRnya nanti sapa yang nuntun . aku sedih kaLo ngeLiat sodaRa ibuk yang sukses namun pendidikan agama untuk keLuaRgnya tidak dipeRhatikan , hubungan dengan sodaRa pun FoRmaLitas , emaaan gitu . aku sedih kaLo ngeLiat sodaRa ibuk yang deRmawan , seRing dibohongin Rekan keRja nya dan tetap baik , namun semua kebaikannya ndak diLengkapi iLmu agama , emaaaaaaannnnn banget . dan ibuk sendiRi , aku bangga sama beLiau , pendidikannya hanya sampai SMP , tapi semangat ibadahnya dengan keteRbatasan iLmu yang di punya , beLiau mau mengamaLkan . ada jugak sodaRa ibuk , pakdhe yang pemahaman agama nya baik , mungkin aku haRus meLuangkan waktu sowan sendiRi ke beLiau , shaRing tentang sodaRa2 , kaRna beLiau dituakan dan mungkin didengaR oLeh sodaRa2 yang Lain .
tidak peduLi sepeRti apa kehidupan sebeLumnya , kita hidup untuk seLanjutnya , disini haRus ada peRubahan menuju NYA .

diRi yang penuh keteRbatasan ini , pengen semua guyub , teRaRah , kembaLi di jaLan NYA , beRsama .

aku ceRita ini , bukan untuk membuka aib , namun membagi gambaRan nyata , kaLau nanti kita juga akan meLaLui haL haL yang sepeRti ini .
menua , badan tak Lagi bisa meRawat sendiRi , saat pasangan pun tak Lagi mampu mensuppoRt , saat anak anak kita haRus membagi waktu untuk keLuaRga keciLnya , kaRiR dan menjaga kita , saat teman yang juga sudah menua , saat haRta tak Lagi bisa membeLi soLusi atas peRmasaLahan , apaLagi yang bisa diandaLkan ? siapaLagi ?

taubat dan ibadah jangan nunggu diRi menua , apaLagi pas mau naza' . na'udzubiLLah .

doa , sudah pasti ada untuk meReka , pinutuR pun sudah , contoh Laku juga , namun kenapa beLum ada hasiL ?
bagaimana dengan hidayah ?
takut beRLindung dengan istiLah ini .
sekitaR biasa menjawab , yaa emang beLum dapet hidayah .
iya , tapi kan bisa jadi daRi kitanya ada yang peRLu dikoReksi .
mungkin , haRus dimaksimaLkan Lagi .
ini masih jadi PR .

semoga ALLAH memampukan dan mengizinkan ~

Thursday, December 26, 2013

:: kiswah ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

beRikut jadwaL Rutin kajian ahLussunah waLjamaah (kiswah) beRsama dewan pakaR aswaja NU centRe jawa timuR ( oiya , cek juga jadwaL majeLis Lainnya ) .

setiap haRi sabtu jam 14.00 @ sekRetaRiat aswaja NU centRe di gedung PWNU Jatim Lt.2 jaLan masjid aL akbaR timuR 9 suRabaya


04 januaRi 2014
ahmadiyah ; sejaRah , doktRin dan peRkembangannya di indonesia , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ Prof. Dr. Ridwan Natsir, MA

11 januaRi 2014
hizbut tahRiR ; sejaRah , doktRin dan peRkembangannya di indonesia , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Marzuqi Mustamar

25 januaRi 2014
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ; sejaRah , doktRin dan peRkembangannya di indonesia , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Hadi Muhammad Mahfudz

01 FebRuaRi 2014
wahidiyah ; sejaRah , doktRin dan peRkembangannya di indonesia , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Yasin Asmuni

08 FebRuaRi 2014
majeLis taFsiR aL QuR'an ; sejaRah , doktRin dan peRkembangannya di indonesia , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Syafruddin Syarif

15 FebRuaRi 2014
aswaja NU , FikRah nahdLiyah , dan impLementasinya daLam kehidupan sehaRi haRi
w/ KH. Abdul Matin Djawahir

01 maRet 2014
bid'ah dan tRadisi : antaRa agama dan ReaLita daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Muhibbul Aman

08 maRet 2014
akidah asy'aRi & matuRidi ; sejaRah , ajaRan dan peRkembangannya di eRa kekinian , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Zainuddin Jazuli

15 maRet 2014
akidah matuRidi ; sejaRah , ajaRan dan peRkembangannya di eRa kekinian , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Najib Zamzami

22 maRet 2014
tasawuF junaid aL - baghdadi dan imam ghazaLi ; sejaRah , ajaRan dan peRkembangannya di eRa kekinian , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Abdussalam Nawawi

05 apRiL 2014
madzahib aL - aRba'ah ; sejaRah , ajaRan dan peRkembangannya di eRa kekinian , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Abdul Khaliq Syafaat

12 apRiL 2014
LibeRaLisme ; sejaRah , pRoduk pemikiRan dan peRkembangannya mutakhiRnya , seRta posisinya daLam peRspektiF aswaja an-nahdLiyah
w/ KH. Muhammad Syoifullah

19 apRiL 2014
bahtsuL masa'iL NU ; sejaRah , metode pengambiLan keputusan dan peRkembangannya
w/ KH. Romadlon Khotib

26 apRiL 2014
NU dan kebangsaan ; isLam dan negaRa , tRiLogi ukhuwah , nasionaLisme dan pLuRaLisme
w/ KH. Soleh Qosim

Wednesday, December 25, 2013

:: dadakan ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

assaLamuaLaikum bLogwaLkeR ,
haRi ini ada majeLis dadakan , di nuza , RisaLatuL jamiah *aku ndak tau aRtinya .
beRsama ponakannya habib umaR , yaitu habib abu bakR masyhuR bin haFidz .
dan ada habib dR.sutomo yang ada bin ba'agiL nyan*aku ndak haFaL nama dan bin nya *mbuka contekan duLu , habib hasan bin umaR bin ba'agiL .

bebeRapa tahun LaLu , peRnah dikasi tau kisaana , kaLo Rumah ustadznya ada yang di deket konsuLat , tapi aku ndak dikasi tau siapa . majeLisnya cuma buat ikhwan . dan baRu bebeRapa haRi LaLu aku tau nya , ada postingan di gRoup FB MAR , majeLis madRasah aL mahabbah . ooo ini .

aLhamduLiLLah bisa duduk di majeLis beLiau dan tamu daRi taRim (ponakan habib umaR) di nuza siang tadi .

nuza sekaRang ndak pake kaRpet ijo .
uda maRmeR .
adem beneR semiLiR angin siang menjeLang soRenya .
di depan ada paRa guRu .
sebeLah kanan dibaLik hijab ada ikhwan yang pada guyub .
di beLakang ada bebeRapa oRang yang shoLat .
di LuaR ada paRa tukank yang masih keRja pembangunan masjid .
pohon meLiuk ditabokin angin , hihi .
mendung .
duh , suasana ini .
sudah Lama ndak di suasana ini .
sama ustadz choiRuddin , sama habib yang di ampeL , yang suaRanya agak seRak *aku Lupa namanya , peRnah jugak sama ustadz Fath .
aihh , semoga ALLAH membeRi nikmat ini , Lagi .
*hiks , entahLah , kaLo ngomongin majeLis , mesti sitik sitik mbRebes miLi , inget dosa , inget butuh , inget diRi ini macam paRtikeL , Rindu ngaji sama paRa guRu , inget jaman jahiLiyah kuu , inget kawan majeLis gimana ngadain majeLis , inget sodaRa atau teman yang masih awam agama , Fuhh .

tadi ada sesi tanyajawab , gak ada peRtanyaan di pikiRan kuu , adanya pengen minta doa , tapi yoo gimana nyampeinnya .
minta doa , biaR nisa ndak bodo , dengan minim nya pengetahuan nisa , ditunjukkin , biaR bisa mbedain mana yang kudu dimanuti , mana yang ndak . biaR ndak keLiRu ngejadiin kibLat pemikiRan . biaR ada di baRisan meReka yang beneR beneR menuju ALLAH swt dengan cara yang diLakukan oLeh RasuLuLLah muhammad saw .
aku takut keLiRu , hiks .

(dituLis saat kepikiRan tugas , sim bikin pRoject management , anaLisis juRnaL aLk , bikin pRapRoposaL buat metpen , ngeLanjutin LapoRan kkn yang baRu ketemu pak adi satukaLi dan beLum peRnah dikoReksi , dan tugas2 kRitiLan yang Lain)

beRasa besok haRi sabtu . Lagi menanti jugak ini . kok beLum ada sms ngaji cinta RasuL , ininkan kamis pekan teRakhiR , mumpung kuLianya LibuR , biar bisa dateng tepat waktu , mosok tiap ngaji ini , mesti kebagian setengah jam atau 15 menit sebeLum bubaR -.- . nunggu kabaR jugak , sabtu ini ada ngaji abi ihya di pesma ndak yaa . 

aLhamduLiLLah ! bisamoto , buat dokumentasi pRibadi , usaha paLing keciL , buat mengenaL paRa guRu ,ngumpuLin poto , biogRaFi , majeLisnya , iLmunya , hihi . mungutin , ngikutin , masioisok e sek sitik sitik , aLon aLon , hihi .

:: nataL dan aQidah ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

assaLamuaLaikum bLogwaLkeR ,
desembeR gini emang yang cocok ngebahas aQidah .
setiap tahun , paRa subjek dakwah tak peRnah jeRa untuk menyampaikan haL ini .
yaa kaRena objek dakwah nya , ada yang emang beLum paham , atau uda tau tapi masih aja bebaL , beRLindung dengan istiLah "toLeRansi" , "bhineka tunggaL ika" , dan sejenisnya .
tiap hamba akan beRtanggung jawab dengan apa yang diLakukan ~

aku nemu kuLtwit nya syekh aLi .
bahasanya Ringan dan santun buat yang masih awam , ndak judging .
monggo ditengok , bacanya daRi bawah yah .

Saturday, December 21, 2013

:: tidak semua ::



dengan tidak tahu , maka meReka yang menyadaRi kaLau tidak ada yang sia sia daLam kehidupan , meReka akan seLaLu beRbuat baik . setiap keputusan yang akan meReka ambiL , setiap keyataan yang haRus meReka hadapi , kejadian kejadian menyakitkan , kejadian kejadian meyenangkan , itu semua akan meReka sadaRi sebagai bagian daRi sikLus boLa Raksasa yang indah , yang akan menjadi sebab akibat bagi oRang Lain . meReka akan seLaLu beRhaRap peRbuatannya beRakibat baik ke oRang Lain ~
`Rtdw`

Friday, December 20, 2013

:: daRi sisi ::

"apapun bentuk kehiLangan itu , ketahuiLah , caRa teRbaik untuk memahaminya adaLah seLaLu daRi sisi yang peRgi . bukan daRi sisi yang ditinggaLkan..."

"kaLau kau memaksakan diRi memahaminya daRi sisimu , maka kau akan mengutuk Tuhan , hanya mengembaLikan kenangan daRi masa masa geLap itu . beRtanya apakah beLum cukup semua pendeRitaan yang kau aLami . beRtanya mengapa Tuhan tega mengambiL kebahagiaan oRang2 baik , dan sebaLiknya memudahkan jaLan bagi oRang2 jahat . kau tidak akan peRnah menemukan jawabannya , kaRena kau daRi sisi yang ditinggaLkan ..."

`Rtdw`

:: minim ::

sejak itu
haRi ku akRab dengan ketakutan
Lebih banyak beRpikiR
Lebih seRing diam
beRnapas daLam

Wednesday, December 18, 2013

:: kesempatan kembaLi , penjeLasan sedeRhana ::

"... semua oRang seLaLu dibeRikan kesempatan untuk kembaLi . sebeLum maut menjemput , sebeLum semuanya benaR benaR teRLambat . setiap manusia dibeRikan kesempatan mendapatkan penjeLasan atas beRbagai peRtanyaan yang mengganjaL hidupnya ...
... ada yang mendapatkan kesempatan itu daRi buku buku . daRi penjeLasan oRang sekitaRnya . daRi apa apa yang teRukiR diLangit , teRguRat di bumi atau yang teRgantung diantaRanya . daRi apa saja ...
... banyak meReka yang tidak menyadaRi kaLo penjeLasan itu sudah datang ... mungkin kaRena meReka teRLaLu dibutakan oLeh kehidupan itu sendiRi . mungkin kaRena meReka tidak peRnah memiLiki kemampuan untuk menggapai penjeLasannya . mungkin juga kaRena meReka teRLaLu beRhaRap penjeLasan itu datang dengan amat fantastis . daLam banyak haL , banyak kasus , penjeLasan itu justRu datang dengan sedeRhana ..."

`Rtdw`

Sunday, December 15, 2013

:: b o d o ::

maav maav maav maav maav .

ndak bisa ngaji
kuLia mateRi gak masuk
abis bikin saLah
ngeLiat kick andy tentang anak anak dengan keteRbatasan
tambah ndeLosoR Rasanya ~

:: h a n i t a ::

ummi "hanita nian saRi" ,
semoga sisa usia muu baRokah dan seLaLu di jaLan NYA ~

:')

Saturday, December 14, 2013

:: tugas negaRa pagi haRi ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

nganteR bapak ke Rumah sakit .
semaLem abis beRdamai dengan hujan , hasiLnya haRi ini kudu beRjaket , badan anget ei .
jam 5 kuRang 5 menit , kami meLuncuR ditemenin ama hujan Rintik haLus .
meLewati tRaFFic Light yang masi kuning kedip kedip .
oRang jogging sama anjingnya .
satpam yang siap siap ganti shiFt jaga .
suaRa buRung yang Lagi kongkow di kabeL ListRik .
sopiR taksi dan taksinya yang kincLong kaRna abis dicuci , bekas hujan semaLam .
asisten Rumah tangga yang nyapu haLaman LuaR .
Lampu jaLanan yang masih nyaLa .
peRkantoRan yang masih Rapat geRbang dan pintunya .
dan yang pasti ,
jaLan aRteRi ini , kayak siRkuit .
hanya untukku seoRang *haLah .
gak Rebutan oksigen men .
sayang , semua itu aku Liat sambiL menyipitkan mata *baca: kiyep kiyep .
Lupa pake kacamata .
ngeLiat spido , antaRa 40 50 , aLon aLon , bawa pendeRita jantung koRoneR
btw , kayaknya sih spidonya segitu ya , haha .
Rumah - RS suwandi ,
15 menit cukupLah buat ngebonceng bapak .
"yauda, assaLamuaLaikum" sambiL ngasihin heLm nya ke aku.
aLaikumsaLam *melihatnya masuk ke gedung RS

ya , seLaLu ada haRu atas syukuR ini .
teRima kasih ALLAH , sudah beRi aku nikmat mengantaR bapak .
amat sangat keciL yang bisa aku Lakukan untuknya .
*ini daLem ati doank, yang muncuL itu maLah buLLy an pas beRangkat tadi , duh gendut , beRatnya beRapa sih , oLeng ini . dijawab "64" . ahh masak , 70 paLing , timbangan Rusak ituh , atau timbangnya pas uda pup ya , hihi .

peRjaLanan puLang , aktivitas pasaR deket situ , uda makin Rame aje .
ada yang nyebRang tiba2 , motong jaLan tiba2 , teRiak tiba2 , haha .
ngeLewatin geLoRa 10 nopembeR yang beRsih , beLum ada penjuaL2 atRibut bonek atau sepak boLa Lainnya .
pintu sekoLah kompLek yang Lagi dibuka sama penjaganya .
depot mie setan yang kagak ada tanda kehidupan , haLah , emang bukanya baRu ashaR .
ngeLewatin sepanjang kayun yang uda pada bukak dagang bunga ama taneman .
pangsud - urip sumohaRjo - mengabaikan stopan kaRtini , terhenti di stopan daRmo mau ke dR.sutomo .
iya , oRang kantoR ada yang nitip boLen .
stengah 6 kuRang 5 , aku uda nyampek depan "Rumah" dR.sutomo .
nunggu pakdhe .
beneRan tik tok tik tok dah kaLi ini , ngeLiatin kendaRaan Lewat .
10 menit , 15 menit , 20 menit beRLaLu .
tunggu sampai jam 6 nisa , peRcayaLah , pakdhe pasti dateng .
teLponnya gak aktiF , dan bateRai tab Low .
aku jadi inget ustadz sis maRiono teguh peRnah ngebahas masaLah sukses . bisa jadi oRang oRang yang sukses itu kaRna dia mampu beRtahan Lebih Lama dibanding yang Lain .
kaRna apa ?
bisa jadi kesuksesan itu sudah dekat dengan kita , namun kita tidak beRsabaR , sehingga sesuatu itu , tidak bisa kita dapatkan .
maRi ambiL positiFnya , beRtahanLah Lebih Lama nisa .
aihh , jam 6 kuRang 5 menit , aku putuskan buat cus ke tempat pakdhe ambiL kuenya .
dan beneRan cuiy , papasan sama pakdhe .
akhiRnya aku muteR Lagi ke "Rumah"
teRnyata hp nya Low .
ada yang biLang , biasanya sesuatu datang saat kita uda putus asa .
haha , abaikan .
ngebuka List titipan temen2 .
piLihin yang gede2 kuenya , hehe .
pakdhe seRing dateng teLat akhiR2 ini , ban ontheLnya beRmasaLah .
kasian jugak kaLo pas ujan .
semangat ya pakdhe :')
kaLo LapeR atau masuk angin , ke Rumah nisa aja , nanti biaR dikeRokin , hehe .

uda nyampek Rumah , giLiRan ngojek ibuk ke pasaR , LaLaLayeyeye .
ngebonceng ibuk Lebih mantep Lagi .
jaLan 45 60 Laa .
mesti pegangan dan komat kamit bibiRnya , doa , hihi .
kadang kaLo masih banyak waktu , ikutan antRi beLi bumbu , miLih daging , miLih ikan , miLih keLapa , teRmasuk didaLamnya adaLah tawaR menawaR . kaLo yang disini ndak cocok , pindah ke penjuaL yang Lain .
mending kaLo di 1 pasaR . Lha ibuk kaLo beLanja antaR pasaR men .
ini yang bikin beLanja jadi Lama . hahaha .
gini yaa ibuk , miLih makanan yang teRbaik buat keLuRganya .
beLum muteRin duit buLanan .
pendidikannya cuma sampek smp , tapi makin menua , ibuk tumbuh makin kRitis dan "gauL" .
haha .

ya , seLaLu ada haRu atas syukuR ini .
teRima kasih ALLAH , sudah beRi aku nikmat mengantaR ibuk .
amat sangat keciL yang bisa aku Lakukan untuknya .
*biasanya nduseL2 ke ibuk , ngeRjain ibuk , hehe .

nyampek Rumah untuk kedua kaLinya .
saatnya beRsih2 Rumah , macam nyapu , nyucipiRing , masak nasi .
abis gitu mandi , nyaRi outFit oF the day , dan beRangkat Laa ngantoR .
aku tau haRi ini akan amat sangat "pRoduktiF" .
aku ndak sukak dibiLang sibuk , konotasinya negatiF .
pembukaan pendaFtaRan bidikmisi men .
veRiFikasi sekoLah , jawabin chatting dan tiket peRtanyaan , tanpa jeda kecuali shoLat , makan bentaR , pc ber timedoctoR .
beneR2 kudu Fit .
beLum tugas kuLia tiap peRtemuan , kkn yang beLum teRjamah .
ngeFoto , ngegambaR , ngeRekap catetan , nuLis .
dan tiap ada jadwaL majeLis , aku absen .
padahaL tempat ngecas tuh .
Ridho , Ridho , beRtahanLah .
sepanjang peRjaLanan , ini yang teRpikiRkan .

ya , seLaLu ada haRu atas syukuR ini .
teRima kasih ALLAH , sudah beRi aku nikmat pembeLajaRan .
amat sangat keciL yang bisa aku Lakukan .

kamis , 12 desembeR 2013
saat bidikmisi tahun ketiga , dimuLai ~

Wednesday, December 11, 2013

:: aku beRdamai ::

jaLan sendiRi daRi keLas ke paRkiRan
sudah biasa
meLetakkan tas di pijakan kaki motoR
kemudian meLuncuR
sampai di gubeng aiRLangga
muLai setetes
setetes jatuh di jaRi teLunjuk
setetes Lagi jatuh di heLm yang kupakai
hingga bunyi tik
Rintik membuat coRak di outeR hitam kuu
makin besaR tetesannya
makin hanyak yang jatuh menimpa kuu
Ritmenya tak Lagi geRimis
ohh jaket ada di jok
namun enggan hentikan gas
sampai di keRtajaya
seLaLu ambiL LajuR kanan
hujan akan mengenai pohon duLu kan
gas semakin kencang
bebeRapa pengendaRa beRteduh
buRu buRu mengenakan jas hujan
takut sekaLi teRkena hujan
hujan aiR yang deRas
nisa
kenapa tidak sepeRti oRang oRang
kenapa tetap meLaju
bukankah ada jas hujan di jok
entahLah
tRaFFic Light keputRan
meRah
teRhenti
baca doa hujan
kaLi ini akuu syukuRi tiap tetesnya
meResap ke kuLit
tRaFFic Light kaRtini
aku tau pengendaRa sebeLah
menoLeh aneh
aku dengan atRibut musLimah kuu
benaR benaR menyatu dengan hujan
beRhaRap mengguguRkan dosa yang Lekat pada diRi
meLuRuhkan penyakit yang tumbuh pada diRi
sekaLi waktu ,
aku ingin nikmati Rahmat Muu dengan caRa yang sebeLumnya tidak aku Lakukan
tanpa umpatan tentu
penghuni Rumah meLongo
kuyup
iya
peRjaLanan puLang
syahdu
aku beRdamai dengan hujan ~

Monday, December 9, 2013

Sunday, December 8, 2013

:: pengukuhan ::

"... akan tetap menjadi saudaRa dimanapun beRada
sungguh akan tetap menjadi saudaRa
tidak ada yang peRgi daRi hati
tidak ada yang hiLang daRi sebuah kenangan
sungguh akan tetap menjadi saudaRa ..."

`Rtdw`

Monday, December 2, 2013

:: enampuLuhdua ::

hatiku penuh dengan kata kata
kaRena itu tak ku ucapkan sepatah pun suaRa
'jaLaLuddin Rumi'

:: jcpp 234 , 237 , 238 , 294 ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

"...syaRiat mengajaRi kita untuk nazhaR . meLihat . meLihat untuk menemukan sesuatu yang membuat kita meLangkah Lebih jauh ke jaLan yang diRidhoi ALLAH . meLihat untuk menemukan sebuah keteRtaRikan . itu saja . bukan mencaRi aib . bukan menyeLidiki ceLa . bukan mendetaiLkan data data . LihatLah kepadanya . itu saja . tentu dengan meLetaRikan pRasangka baik kita kepada ALLAH , kepada diRi dan kepada sesama."

"di jaLan cinta paRa pejuang , kita meLestaRikan niLai niLai nazhaR , beRbaik sangka kepada ALLAH , menjaga pandangan daLam batas batas nya , dan seLaLu mencaRi haL yang menaRik . bukan sebaLiknya.
di jaLan cinta paRa pejuang , yang teRpenting bukanLah sebeRapa banyak engkau tahu , tapi bahwa engkau mengetahui yang memang beRmakna bagimu . dan bahwa ALLAH seLaLu beRsamamu."

"Ruh Ruh itu ibaRat pRajuRit pRajuRit yang dibaRis baRiskan . yang saLing mengenaL di antaRa meReka pasti akan saLing meLembut dan menyatu . yang tidak saLing mengenaL di antaRa meReka pasti akan saLing beRbeda dan beRpisah. hR. aL bukhaRi 3336 secaRa mu'aLLaQ daRi 'aisyah , dan musLim 2638 , daRi abu huRaihah.

Ruh itu sepeRti tentaRa . ada sandi di antaRa meReka . jika sandi teLah dikenaLi , tak peRLu banyak Lagi yang diketahui . cukup itu saja . meReka akan beRsepakat . meReka adaLah sekawan dan sepihak . meReka akan beRgeRak untuk satu tujuan yang diyakini . jadi aoakah yang menjadi sandi diantaRa paRa Ruh ? IMAN . tentu saja kadaR kadaRnya akan meneRbitkan geLombang daLam FRekuensi yang sama . jika tak seRupa , jika seandainya tak diteRima , ia teLah beRbeda dan sejak awaL tak hendak menyatu."

"kecocokan jiwa memang tak seLaLu sama Rumusnya
ada dua sungai besaR yang beRtemu dan beRmuaRa di Laut yang satu ;
itu kesamaan
ada panas dan dingin beRtemu untuk mencapai kehangatan ;
itu keseimbangan
ada hujan Lebat beRjumpa tanah subuR , LaLu menumbuhkan taman ;
itu kegenapan

tapi satu haL yang tetap sama
meReka cocok kaRena beRsama beRtasbih memuji ALLAH
sepeRti segaLa sesuatu yang ada di Langit dan bumi ,
Ruku' pada keagungan NYA"

jadi keinget kata ust. FeLix .
"oRang yang sama sama mencintai sesuatu , pasti saLing mencintai."
awaLnya aku masih menceRna maksud kaLimat beLiau .
LaLu aku dapati benang toscanya (sekaLi2 jangan meRah, hehe) ,
iya yaa , tentu saja meReka saLing cinta , kaRna yang dicintai satu .
hakikatnya yaa ALLAH . jadi kaLo ketemu , yowes oke oke sajo , sok atuh *apaan sih .
Lagian ini bukan Lagi tentang suka atau ndak , tapi tentang TAAT .

"jadikan cintaku pada Muu ya ALLAH
beRhenti di titik ketaatan
meLoncati Rasa suka dan tak suka
kaRena aku tahu
mentaati Muu daLam haL yang tak ku sukai
adaLah kepayahan , peRjuangan dan geLimang pahaLa
kaRena seRingkaLi ketidaksukaan ku ,
hanyaLah bagian daRi ketidaktahuanku"

:: ini apa ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

assaLamuaLaikum bLogwaLkeR ,
entahLah , akhiR akhiR ini , akuu Lebih bisa meRasakan ,
tiap apa yang peRnah teRLintas , hanya teRLintas Lho , kemudian akuu abaikan ,
baik itu beRupa tanya , pemikiRan atau apapun yang beLum teRungkap ,
sepeRti ditunjukkan , DIA membeRi kuu jawaban , peLajaRan , meLaLui media apa pun .

cuma bisa biLang aLhamduLiLLah ~

:: juRus mendidik ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

assaLamuaLaikum bLogwaLkeR ,
haRi ini agak sebeL sama putRi oFFice boy kantoR , ini kebacutnya aku atau gimana ya , masak iya sama anak baLita diambiL hati .
padahaL di buLLy , di jahiL in kayak gimana pun , aku seLaLu makLumin , huhu , tapi anak yang satu ini , subhanaLLah bikin gReget di hati .

aLhamduLiLLah , ALLAH ngasi aku peLajaRan , pas buka news Feed ada status Ryam Saul Miena Maleeka kayak begini , monggo ~


By: Ust. Abdulloh Zain, Lc. MA

JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU

Tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua. Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja.

Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua.

Padahal, menjadi orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.

Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.

Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.

Betapa banyak anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orangtuanya, kecuali perhatian, ketulusan dan kasih sayang!

Ilmu apa saja yang dibutuhkan?

»Ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah. Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,

“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.


»Ilmu tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan wasiat Nabi shallallahu’alaihiwasallam untuk para orangtua,

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albany.

Bagaimana mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada orang lain?

»ilmu tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.

Dalam hal ini Nabi shallallahu’alaihiwasallam mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasehati seorang anak kecil,

“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah.

»Ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.

Ayo belajar!

Semoga pemaparan singkat di atas bisa menggambarkan pada kita urgensi ilmu dalam mendidik anak. Sehingga diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan kita, menghadiri majlis taklim, membaca buku-buku panduan pendidikan. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya!
JURUS KEDUA: MENDIDIK ANAK PERLU KESALIHAN ORANGTUA

Tentu Anda masih ingat kisah ‘petualangan’ Nabi Khidir dengan Nabi Musa ‘alaihimassalam. Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang Allah sebutkan dalam surat al-Kahfi. Manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekedar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Dengan ringan tangan Nabi Khidir memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabi Musa terheran-heran melihat tindakannya. Nabi Khidir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orangtua mereka yang salih. Allah berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu.

Para ahli tafsir menyebutkan, bahwa di antara pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah: Allah akan menjaga keturunan seseorang manakala ia salih, walaupun ia telah meninggal dunia sekalipun.

Subhânallâh, begitulah dampak positif kesalihan orang tua! Sekalipun telah meninggal dunia masih tetap dirasakan oleh keturunannya. Bagaimana halnya ketika ia masih hidup?? Tentu lebih besar dan lebih besar lagi dampak positifnya.

Urgensi kesalihan orangtua dalam mendidik anak

Kita semua mempunyai keinginan dan cita-cita yang sama. Ingin agar keturunan kita menjadi anak yang salih dan salihah. Namun, terkadang kita lupa bahwa modal utama untuk mencapai cita-cita mulia tersebut ternyata adalah: kesalihan dan ketakwaan kita selaku orangtua. Alangkah lucunya, manakala kita berharap anak menjadi salih dan bertakwa, sedangkan kita sendiri berkubang dalam maksiat dan dosa!

Kesalihan jiwa dan perilaku orangtua mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk kesalihan anak.

Sebab ketika si anak membuka matanya di muka bumi ini, yang pertama kali ia lihat adalah ayah dan bundanya. Manakala ia melihat orangtuanya berhias akhlak mulia serta tekun beribadah, niscaya itulah yang akan terekam dengan kuat di benaknya. Dan insyaAllah itupun juga yang akan ia praktekkan dalam kesehariannya. Pepatah mengatakan: “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Betapa banyak ketakwaan pada diri anak disebabkan ia mengikuti ketakwaan kedua orangtuanya atau salah seorang dari mereka. Ingat karakter dasar manusia, terutama anak kecil, yang suka meniru!

Beberapa contoh aplikasi nyatanya

Manakala kita menginginkan anak kita rajin untuk mendirikan shalat lima waktu, gamitlah tangannya dan berangkatlah ke masjid bersama. Bukan hanya dengan berteriak memerintahkan anak pergi ke masjid, sedangkan Anda asyik menonton televisi.

Jika Anda berharap anak rajin membaca al-Qur’an, ramaikanlah rumah dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an yang keluar dari lisan ayah, ibu ataupun kaset dan radio. Jangan malah Anda menghabiskan hari-hari dengan membaca koran, diiringi lantunan langgam gendingan atau suara biduanita yang mendayu-dayu!

Kalau Anda menginginkan anak jujur dalam bertutur kata, hindarilah berbohong sekecil apapun. Tanpa disadari, ternyata sebagai orang tua kita sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak jalan-jalan mengelilingi perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengatakan, “Bapak hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya. Sebentaaar saja ya sayang…”. Tapi ternyata, kita malah pulang malam!

Dalam contoh di atas, sejatinya kita telah berbohong kepada anak, dan itu akan ditiru olehnya.

Terus apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan lembut dan penuh kasih serta pengertian, “Sayang, bapak mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo bapak ke kebun binatang, insyaAllah kamu bisa ikut”.

Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu bersabar dan melakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami mengapa orangtuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut.

Anda ingin anak jujur? Mulailah dari diri Anda sendiri!

Sebuah renungan

Tidak ada salahnya kita putar ingatan kepada beberapa puluh tahun ke belakang, saat sarana informasi dan telekomunikasi masih amat terbatas, lalu kita bandingkan dengan zaman ini dan dampaknya yang luar biasa untuk para orangtua dan anak.

Dulu, masih banyak ibu-ibu yang rajin mengajari anaknya mengaji, namun sekarang mereka telah sibuk dengan acara televisi. Dahulu ibu-ibu dengan sabar bercerita tentang kisah para nabi, para sahabat hingga teladan dari para ulama, sekarang mereka lebih nyaman untuk menghabiskan waktu berfacebookan dan akrab dengan artis di televisi. Dulu bapak-bapak mengajari anaknya sejak dini tatacara wudhu, shalat dan ibadah primer lainnya, sekarang mereka sibuk mengikuti berita transfer pemain bola!

Bagaimana kondisi anak-anak saat ini, dan apa yang akan terjadi di negeri kita lima puluh tahun ke depan, jika kondisi kita terus seperti ini??

Jika kita tidak ingin menjumpai mimpi buruk kehancuran negeri ini, persiapkan generasi muda sejak sekarang. Dan untuk merealisasikan itu, mulailah dengan memperbaiki diri kita sendiri selaku orangtua! Sebab mendidik anak memerlukan kesalihan orangtua.

Semoga Allah senantiasa meridhai setiap langkah baik kita, amien…

JURUS KETIGA: MENDIDIK ANAK PERLU KEIKHLASAN

Ikhlas merupakan ruh bagi setiap amalan. Amalan tanpa disuntik keikhlasan bagaikan jasad yang tak bernyawa.

Termasuk jenis amalan yang harus dilandasi keikhlasan adalah mendidik anak. Apa maksudnya?

Maksudnya adalah: Rawat dan didik anak dengan penuh ketulusan dan niat ikhlas semata-mata mengharapkan keridhaan Allah ta’ala.

Canangkan niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun hukuman. Iringilah setiap kata yang kita ucapkan dengan keikhlasan..

Bahkan dalam setiap perbuatan yang kita lakukan untuk merawat anak, entah itu bekerja membanting tulang guna mencari nafkah untuknya, menyuapinya, memandikannya hingga mengganti popoknya, niatkanlah semata karena mengharap ridha Allah.

Apa sih kekuatan keikhlasan?

Ikhlas memiliki dampak kekuatan yang begitu dahsyat. Di antaranya:

Dengan ketulusan, suatu aktivitas akan terasa ringan. Proses membuat dan mendidik anak, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membimbing hingga mendidik, jelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Puluhan tahun! Tentu di rentang waktu yang cukup panjang tersebut, terkadang muncul dalam hati rasa jenuh dan kesal karena ulah anak yang kerap menjengkelkan. Seringkali tubuh terasa super capek karena banyaknya pekerjaan; cucian yang menumpuk, berbagai sudut rumah yang sebentar-sebentar perlu dipel karena anak ngompol di sana sini dan tidak ketinggalan mainan yang selalu berserakan dan berantakan di mana-mana.Anda ingin seabreg pekerjaan itu terasa ringan? Jalanilah dengan penuh ketulusan dan keikhlasan! Sebab seberat apapun pekerjaan, jika dilakukan dengan ikhlas insyaAllah akan terasa ringan, bahkan menyenangkan. Sebaliknya, seringan apapun pekerjaan, kalau dilakukan dengan keluh kesah pasti akan terasa seberat gunung dan menyebalkan.

Dengan keikhlasan, ucapan kita akan berbobot. Sering kita mencermati dan merasakan bahwa di antara kata-kata kita, ada yang sangat membekas di dada anak-anak yang masih belia hingga mereka dewasa kelak. Sebaliknya, tak sedikit ucapan yang bahkan kita teriakkan keras-keras di telinganya, ternyata berlalu begitu saja bagai angin malam yang segera hilang kesejukannya begitu mentari pagi bersinar.Apa yang membedakan? Salah satunya adalah kekuatan yang menggerakkan kata-kata kita. Jika Engkau ucapkan kata-kata itu untuk sekedar meluapkan amarah, maka anak-anak itu akan mendengarnya sesaat dan sesudah itu hilang tanpa bekas. Namun jika Engkau ucapkan dengan sepenuh hati sambil mengharapkan turunnya hidayah untuk anak-anak yang Engkau lahirkan dengan susah payah itu, insya Allah akan menjadi perkataan yang berbobot.Sebab bobot kata-kata kita kerap bersumber bukan dari manisnya tutur kata, melainkan karena kuatnya penggerak dari dalam dada; iman kita dan keikhlasan kita…

Dengan keikhlasan anak kita akan mudah diatur. Jangan pernah meremehkan perhatian dan pengamatan anak kita. Anak yang masih putih dan bersih dari noda dosa akan begitu mudah merasakan suasana hati kita.Dia bisa membedakan antara tatapan kasih sayang dengan tatapan kemarahan, antara dekapan ketulusan dengan pelukan kejengkelan, antara belaian cinta dengan cubitan kesal. Bahkan ia pun bisa menangkap suasana hati orangtuanya, sedang tenang dan damaikah, atau sedang gundah gulana?Manakala si anak merasakan ketulusan hati orangtuanya dalam setiap yang dikerjakan, ia akan menerima arahan dan nasehat yang disampaikan ayah dan bundanya, karena ia menangkap bahwa segala yang disampaikan padanya adalah semata demi kebaikan dirinya.

Dengan keikhlasan kita akan memetik buah manis pahala. Keikhlasan bukan hanya memberikan dampak positif di dunia, namun juga akan membuahkan pahala yang amat manis di alam sana. Yang itu berujung kepada berkumpulnya orangtua dengan anak-anaknya di negeri keabadian;
surga Allah yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan.
Artinya: “Orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan pertemukan mereka dengan anak cucu mereka”. QS. Ath-Thur: 21.

Dipertemukan di mana? Di surga Allah jalla wa ‘ala!

Mulailah dari sekarang!

beLajaR daRi yang sudah ada ;')

:: ALLAH itu siapa ? ::

bismiLLahiRRahmaniRRahim ,

assaLamuaLaikum bLogwaLkeR ,
coRetan kaLi ini , Repost daRi bLog nya ummi . monggo ~

Allah itu Siapa?

SAAT ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH

Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allah itu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”


Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”

Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahua’lam.

Sunday, December 1, 2013

:: kecamuk ::

boLehkah saya meninggalkan pekeRjaan untuk peRgi ke majeLis ?
*beRkecamuk sejak 3 haRi LaLu .